Sudah Sering Lakukan KDRT, Suami di Laporkan Istri Ke Polisi

AR (24) warga Tiyuh Bandar Dewa RK/RT 01/01, Tubaba mendapat kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suaminya sendiri. (Foto Deri)

RAKYATNEWS.CO.ID,PANARAGAN – Tak kuasa lagi menahan kekerasan yang selalu di alaminya AR (24) warga Tiyuh Bandar Dewa RK/RT 01/01, laporkan suaminya ke Mapolsek Tulang Bawang Tengah.

AR (24) yang diduga sering mendapatkan perlakuan tidak pantas dengan berbagai alasan yang tidak jelas. oleh suaminya WE (27) warga Tiyuh Bandar Dewa, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tubaba tersebut, lantas AR melaporkan tindakan suaminya kepada kepolisian Sektor Tulang Bawang Tengah, dan laporan tersebut diterima dengan nomor laporan : LP/201/XII/2019 Polda Lampung/Res Tuba/Sek Tengah.

Menurut, AR (korban) mengatakan, sudah geram atas perlakuan yang selalu di terimanya selama menjalani rumah tangga bersama WE, yang kebiasaannya selalu menggunakan kekerasan dalam menghadapi persoalan rumah tangganya.

“Bahkan beberapa waktu lalu sempat membuat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya. Namun, perjanjian itu selalu dilanggarnya sehingga saya kembali mendapatkan kekerasan olehnya akibatnya mengalami memar pada bagian wajah dan leher pada Selasa (3/12/2019) sekitar pukul 7.00 Wib. Saya sudah tidak sanggup lagi menjalani kehidupan rumah tangga bersamanya,”ungkapnya. Selasa (3/12/19). Sekira pukul 19.30 Wib.

Lanjutnya, AR prihatin atas perlakuan suaminya yang sering melakukan kekerasan dihadapan kedua anak-anaknya. Hingga membuat bagian tubuhnya memar dan terluka.

“Pada saat itu, kekerasan di rumah tangga saya sudah pernah terjadi bahkan sampai dimediasikan oleh sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan aparatur kampung. Kejadian tadi pagi, (3/12/2019) disaksaksikan oleh masyarakat sekitar rumah tempat tinggal saya, bahkan saat kejadian, WE sempat mengancam orang-orang disekitarnya, mengancam akan memecahkan kaca mobil milik kepala tiyuh yang ingin merelai saya dan kedua anak saya saat terjadi kekerasan, lalu saya pergi dengan kendaraan bermotor dengan kedua anak saya,” jelasnya.

Baca Juga :  Soal Gedung Mangkrak,  Kepala BPKAD Buang Badan                   

Kemudian, AR (korbab) menambahkan sejak awal menikah pada tahun 2015 WE tidak seberapa melakukan kekerasan. Namun, pada tahun 2017 WE terdapat perubahan yang sangat derastis yang di duga Terduga pelaku sering mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

“Saya melaporkan perbuatan suami saya, atas inisiatif saya sendiri. Semua sudah saya pikirkan dengan matang, sepertinya sulit untuk merubah perilakunya yang selalu bertindak dengan tempramental. Saya berharap laporan ini segera dapat ditindak lanjuti dan, dapat memberikan efek jera terhadapnya,”harapnya.

Sementara itu, Kapolsek Tulang Bawang Tengah Kompol Zulfikar yang diwakili oleh Brigpol Hendri Manalo selaku penerima atau pembuat laporan AR, membenarkan atas laporan dugaan tindak kekerasan dalam rumah tangga yang diduga dilakukan oleh WE suami AR.

“Sementara ini, kami telah menerima laporan dari korban berinisial AR. Korban sudah dilakukan visum et repertum atas luka memar yang dialami korban untuk proses lebih lanjut, laporan akan segera ditindaklanjuti oleh Ka.SPKT 1,” pungkasnya.

(Der)