2020 Akan Ada Festival Budaya Nasional

RAKYATNEWS.CO.ID,BANDARLAMPUNG-Di tahun 2020 mendatang akan digelar festival budaya nasional, yang akan diikuti seluruh adat dan budaya yang ada di Kota Bandarlampung. Hal ini dilakukan, selain untuk memupuk cinta akan budaya tanah air juga agar budaya nasional semakin dikenal di dunia pariwisata nasional dan internasional.

Demikian, diungkapkan Ketua DPRD Kota Bandarlampung, Wiyadi, seusai agenda penjarigan aspirasai masyarakat (Reses) di Gang Kulit, Kelurahan Langkapura, Kecamatan Langkapura, Sabtu (14/12/2019). “Ya melihat antusias budaya reog ini saya berkeinginan untuk mengadakan semacam festival budaya, tapi bukan hanya reog, tapi semua adat dan budaya kan ada Lampung, Lampung juga kan ada berbagai macam marga/suku, nanti kita buat pagekaran seni dan budaya, biar budaya bangsa bisa dilestarikan dan jadi semacam wisata,” ujar Wiyadi.

Ya. Dalam kesempatan reses di Gang Kulit, diselingi dengan pentas seni Reog seni tari kuda kepang Gompor Mandala. Bahkan Ketua DPC PDI-Perjuangan ini juga sempat mendapatkan kehormatan menaiki kepala reog ponorogo.

Dalam kesempatan berdialog degan warga, Wiyadi sempat disinggung akan kelengkapan kantor posyandu. Menurut Lena Sari, koordinator Posyandu Jalan Kulit Bawang menyebut, hingga saat ini pihaknya belum memiliki meja, sedangkan berdasarkan peraturan dari Kementerian Kesehetan, setiap Posyandu diminta memiliki meja, minimal berjumlah lima unit. Namum hingga saat ini pihaknya belum memiliki meja.

Kendari begitu, Lena meminta agar Ketua DPRD Bandarlampung, Wiyadi, mampu menyampaikan keluhan kader Posyandu, prihal pengadaan meja dan alat kelengkapan lainnya.

Senada disampaikan Udin, Pamong Jalan Kulit bahwa, warga sekitar meminta agar Pemkot Bandarlampung memperhatikan infrakstruktur di Jalan-jalan lingkungan dan faktanya juga jalan Gang Kulit belum tersentuh aspal. Juga soal pembangunan drinase disejumlah gang kulit semua saat ini adalah hasil pembangunan swadaya warga sekitar. “Ada beberapa Gang yang kami bangun secara swadaya pak, kami minta tolong pak supaya drinase ini dibagusin lagi oleh pemkot,” kata dia.

Baca Juga :  PWI Metro Bentuk Susunan Pengurus Mappilu 

Senada juga Aceng, perwakilan pemuda setempat, menyampaikan aspirasi agar pemkot setempat mampu membangun Fasilitas Umum (Fasum) berupa lapangan untuk masyarakat sekitar berolahraga.

Menanggapi hal tersebut Wiyadi berjanji ia akan mendorong usulan warga melalui fraksi agar usulan atau pun keluhan seperti infrastruktur dan soal kesehatan posyandu akan didorong melalui fraksi PDI-Perjuangan.

(ron)