DPRD Bandarlampung Bakal Godok Raperda Siswa Wajib Mengaji

RAKYATNEWS.CO.ID – Belajar mengaji, sepertinya bakal diwajibkan bagi anak-anak sekolah dasar dan menengah di Kota Bandarlampung. Pasalnya, siswa akan kesulitan melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, karena akan menjadi persyaratan khusus kelulusan.

Namun demikian, wacana ini pula masih dalam tahap penjajakan, karena terungkap dalam penjaringan aspirasi warga dalam masa sidang pertama anggota DPRD Bandarlampung. Bahkan, menurut Anggota Komisi I DPRD Bandarlampung, Robiatul Adawiyah, pihaknya merencanakan membentuk peraturan daerah (Raperda) Tentang Kewajiban Anak Untuk Mengaji. “Ya nanti akan kita coba usulkan, supaya anak-anak didik di kota kita ini bisa lancar mengaji, tapi bukan hanya itu saja, anak didik juga bisa berakhlak yang mulya,” ujarnya, Senin (16/12/2019).

Politisi PKB ini mejelaskan, raperda usulan tersebut, akan disampaikan ke Komisi untuk selanjutnya jika disetujui akan jadi prolegda usulan komisi atau pun usulan Banleg (Badan Legislasi). Nah kedepan, menurut Robiatul, Perda tersebut bakal menjadi solusi bagi anak-anak yang saat ini enggan mengaji.

“Tadi ada keluhan dari guru ngaji, kalau anak-anak saat ini sulit sekali kalau mengaji, nah, kami (dewan) inisiatif akan membuat Perda tersebut,” ungkapnya.

Dalam Perda tersebut nantinya akan mengatur tentang pemberian sertifikat bagi anak yang sudah hafal Al-Quran, sehingga sertifikat tersebut bisa menjadi acuan atau syarat anak tersebut menempuh pendidikan lebih lanjut. “Ya bukan hanya itu, Perda ini juga akan mengatur tentang standar pembayaran guru ngaji. Karena banyak guru ngaji yang dibayar hanya sedikit, ini yang menjadi harapan kita, agar standar pembayaran guru ngaji lebih meningkat,” tandasnya.

Sebelumnya, Nur Ali, guru mengaji yang beralamat di kelurahan Gedong Meneng, Rajabasa, mengeluhkan banyak orang tua maaupun anak-anak yang enggan mengaji.

Baca Juga :  Pesan Walikota: Kerja Jujur, Ikhlas, Tulus, dan Tekun dan Ayomi Bawahan

“Diwilayah saya, banyak anak-anak yang jarang mengaji, mereka lebih memilih les bahasa inggris. Begitu pun orang tuanya, yang lebih menginginkan anaknya pintar dalam bahasa inggris atau yang lainnya,” ungkapnya.

(ron)