Tarian Khas Nenemo Tubaba Awali Pembukaan Megalithic Millenium Art

RAKYATNEWS.CO.ID, PANARAGAN – Tarian khas Nenemo Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), mengawali pembukaan Megalithic Millenium Art di sumber kehidupan Ulluan Ughik.

Acara yang di gagas oleh Umar Ahmad, SP hasil dari diskusi bersama almarhum Suprapto Suryodarmo Seniman pencipta Joget Amerta yang mendunia. Yang ketika itu beliau meresponnya dengan sangat cepat dan bahkan sampai pada titik beliau menentukan ada satu titik yang harus digagas di Tubaba.

Yang di hadiri oleh. Dandim 0412/LU letkol Inf Krisna Pribudi, Danlanud M.Bunyamin Tuba, Kapolres Tubaba AKBP Hadi Saepul Rahman.S.Ik., Ketua DPRD Tubaba Ponco Nugroho.ST., Pabung Wilayah Tubaba Mayor Inf A.Sunarya., Hi.Bachtiar Basri, Budayawan Lampung Ansori Jausal., Dan Tamu Undangan dari Manca Negara terdiri dari 11 negara tetangga.

Menurut, Umar Ahmad, SP Bupati Tubaba mengatakan, dalam sharing time ini juga ingin dapat memberikan sebuah tanda yang nantinya akan menjadi kenangan untuk masa-masa yang akan datang bagi generasi penerus.

“Kiranya setelah stonehenge 5000 tahun yang lalu, rasanya manusia jarang menggagas tempat-tempat Yang bersifat megalitikum oleh karenanya, kita ingin menandai relasi hubungan manusia dengan alam ini dengan sebuah tanda yang kita tempatkan di sebuah konsep mitologi masyarakat untuk menjaga kelestarian alam,”ungkapnya membuka Megalithic Millenium Art, Rabu (22/01/2020).

Lanjutnya, yang pada intinya Megalithic Millenium Art adalah bagaimana menjaga hubungan relasi manusia dengan alam untuk, sebuah kelestarian alam semesta.

“Mohon dukungan kepada seluruh warga masyarakat agar kiranya ini bisa benar-benar menghasilkan sebuah pemikiran yang berguna bagi khususnya di Kabupaten Tubaba, dan bagi alam semesta yang kita cintai ini,”katanya. (Der)