Karantina di Rumah Singgah, Membuat Warga Menjadi Terlantar

RAKYATNEWS.CO.ID, PANARAGAN –  Lima hari di karantina di rumah isolasi Enisyah, dan Tiara Warga Tiyuh Penumangan Baru, Kecamatan Tulangbawang Tengah. Tubaba. Tidak mendapatkan makanan.

Hampir sepekan berlalu dari kehadiran kedua wanita yang mengadu nasib di Jakarta dan, Semarang itu pun saat kembali ke tanah kelahiran harus mengikuti anjuran pemerintah untuk dilakukan isolasi di rumah singgah yang telah di sediakan Pemerintah Tiyuh Penumangan Baru. Untuk mencegah penyebaran nya Virus Covid -19.

Naas nya, saat masa karantina itu kedua Wanita tersebut. mendapatkan fasilitas yang jauh sangat berbeda dengan fasilitas fasilitas fasilitas tiyuh seperti hal layak nya. Pasalnya setelah 5 hari Tiara dan Enisyah di karantina mereka tidak mendapat makanan sama sekali dari pihak yang menyediakan karantina. Melainkan kekuarga mereka masing masing yang mengirimkan makanan untuk mereka.

Menurut, Tiara bahwa sampai saat ini mereka berdua hanya menunggu kiriman makanan dan minuman dari keluarga saja, karena tidak mendapatkan jatah dari pihak tiyuh. Dan tidak ada penjagaan sama sekali oleh pihak tiyuh atau pun pengecekan dari pihak kesehatan tentang perkembangan mereka.

“Saya pulang dari hari jumat (08/5) dan langsung di karantina di Rumah Singgah Tiyuh, dan selama saya di karantina tidak pernah mendapatkan makanan dan minuman dari aparatur Tiyuh, sehingga saya selalu diantarkan keluarga untuk makan minum. Bahkan untuk. keperluan mandi pun saya beli sendiri,”ungkapnya. Senin 11/05/20.

Kemudian, tidak hanya Tiara, Enisyah pun yang lebih dahulu menempati tempat karantina itu pun mengungkapkan hal yang sama, bahkan dimana nanti nya kalau mereka telah sampai pada 5 hari maka mereka di perbolehkan kembali ke rumah, dengan membuat surat perjanjian.

Baca Juga :  Bupati Tulangbawang Winarti Menerima Penghargaan Dari Menteri Kesehatan

“Saya hanya di beri makan sekali pada saat pertama saya tiba, dan hanya di beri vitamin daya tahan tubuh, dan sampai saat ini air minum pun kami di kirimkan oleh keluarga. Kemudian, tidak ada satu pun petugas yang berjaga di posko penanganan Covid-19 ini juga,”katanya.

Menanggapi itu, Penjabat (Pj) Kepala Tiyuh Penumangan Baru Wasid, menyangkal akan hal tersebut, karena untuk warga yang menjalankan Karantina selalu diberi makan dan minum serta pelayanan kesehatan setiap harinya.

“Dikarenakan ini Puasa, maka warga yang di karantina kita berikan makan sekali saat berbuka. Selain itu, kita juga memberikan bahan makanan untuk warga tersebut melalui keluarganya jika mau dimasak,” kata Wasid.

Sementara itu, Jumri kerabat Tiara menjelaskan bahwa selama masa karantina ini pun pihak keluarga yang selalu mengantarkan bahan makanan dan minuman untuk kerabat nya yang sedang di karantina, karena tidak pernah mendapatkan makanan dari pihak Tiyuh Penumangan Baru.

“Jangankan makan minum, bahan makanan pun tidak ada mereka berikan, kalau memang seandainya beralasan ini Puasa. Tidak apa kami yang memasak untuk keperluan sahur dan berbuka,”jelasnya.

(Der)