Empat Mahasiswa STIE MUHI Pringsewu Kunjungi Kantor PWI

RAKYATNEWS.CO.ID,PRINGSEWU – Untuk memperdalam ilmu jurnalistik, empat mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Pringsewu mengunjungi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pringsewu, Jum’at (30/11).
Kunjungan tersebut didampingi oleh dosen Atmi Saptarini dan diterima langsung oleh Ketua PWI Pringsewu Budi Karyadi, Nandang Suprianto dan Arif Hidayattulloh selaku seksi pendidikan.
Dalam sambutannya, Budi Karyadi menuturkan, bahwa PWI Pringsewu merupakan wadah para wartawan ‎baik media cetak, elektronik ‎ TV maupun online. “Pengurus dan anggota PWI Pringsewu sejumlah 32 orang. Kesemuanya mempunyai media yang jelas,” ujarnya.
Menurutnya, PWI Pringsewu sudah ‎seringkali memberikan pendidikan dan latihan tentang kejurnalistikan kepada para pelajar SMA/SMK maupun berbagai instansi di Pringsewu. Hal ini bagian dari tugas PWI untuk memberikan pemahaman kepada siswa dan masyarakat tentang dunia jurnalistik.
Sementara itu, Atmi Saptarini selaku dosen pendamping mengatakan kunjungan ini menjadi cara mengenalkan mahasiswa bagaimana terkait ilmu jurnalistik, kaidah – kaidah penulisan, kode etik jurnalistik dan segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia jurnalistik.
“Kunjungan kami kesini untuk mendidik kalangan cendekiawan muda di lingkungan kampus agar lebih paham dengan dunia kewartawanan. Kami berharap anak-anak kami bisa mendapatkan edukasi tentang dunia jurnalis,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Nandang Suprianto memaparkan, dalam menjalankan fungsi pers, setiap wartawan Indonesia tidak boleh membuat berita bohong, fitnah, cabul dan sadis. Wartawan juga tidak dibenarkan menerima imbalan untuk mengubah berita yang sebenarnya.
Nandang Suprianto mengatakan untuk mendapatkan berita yang baik dan akurat, wartawan harus check and recheck, konfirmasi, dan memiliki sumber jelas dan harus memenuhi unsur 5 W + 1 H. Dengan demikian berita yang disampaikan kepada masyarakat sesuai fakta dilapangan.
Para peserta terlihat antusias, hal itu terlihat dengan terjalinnya interaksi antara peserta dengan para narasumber. Dimana para peserta banyak yang mengacungkan tangan untuk bertanya terkait dunia jurnalistik dan sebelum di Akhiri pertemuan masing-masing peserta langsung di beri tugas untuk membuat berita. dengan hasil yang cukup baik dalam penulisan.(wid)