Sejak Ada Demo CSR,  Tatang Menutup Diri

RAKYATNEWS.CO.ID,KALIANDA – Sejak adanya aksi damai Pedagang Pasar Impres Kalianda bersama Ormas Tampil ke Pemda Lampung Selatan untuk menagih janji Plt Bupati Lampung Selatan, terkait penyelesaian pembangunan jembatan dengan menggunakan dana CSR, Koordinator CSR Lampung Selatan Tatang lebih memilih menutup diri.
Bahkan media ini yang berkali kali mencoba untuk menemui Tatang tak dapat diterealisasi dengan alasan sedang sibuk turun lapang.  Begitu juga dengan telepon genggamnya,  meski dalam kondisi aktif tak juga mau diangkat dan sms pun tak dibalas.  Lebih dari itu,  kediaman Koordinator CSR Lamsel yang cukup megah dengan dua lantai selalu terkunci rapat.  Bahkan di rumah itu,  seperti tak ada manusia di dalamnya karna tak ada satu pun manusia,  seperti istri,  anak,  dan pembantunya keluar rumah saar media ini mencoba untuk menemui Tatang untuk mendapatkan klarifikasi terkait pembangunan jembatan dengan gunakan dana CSR.
“Biasanya, rumah itu tiap hari pada saat tertentu terbuka pintu dan jendelanya,  begitu juga pagar rumahnya.  Tapi sudah dua tiga hari ini,  rumahnya tertutup rapat,  bahkan kendaraannya juga hanya sekali sekali muncul,  lalu tak lama pergi lagi.  Sejak ada demo kemarin Pak Tatang dan keluarga sepertinya uring uringan jarang ada di rumah.  Kemungkinan pak Tatang lagi sibuk bersama bupati di rumah dinas, ” jelas tetangga Tatang, di komplek perumahan Hartono Way Urang,  Kalianda, pada Kamis (1/2).
Awaludin,  yang ikut memeriksa rumah Tatang, juga mengaku heran dengan pak Tatang yang bersikap menutup diri tersebut.
“Sepertinya sengaja menghindar karna sedang pusing jika ada yang mempertanyakan pengelolaan dana CSR Lamsel. Ini malah menunjukkan pengelolaan dana CSR selama ini tidak transparan dan tak jelas.  Lihat aja sekarang rumahnya megah banget,” timpal Awal ke media ini.
Terpisah terkait tuntutan para pedagang dan progres pembangunan jembatan gunakan dana CSR itu,  Sunyata,  SP sebagai Ketua Komisi C DPRD Lamsel menyatakan akan segera menggelar hearing terkait pembangunan Lamsel,  pada Senin depan.  “Bukan hanya Jembatan pasar impres saja yang akan kita hearing,  termasuk pembangunan gedung BPKAD,  Masjid Agung dan yang lainnya akan kita undang secara resmi untuk menjelaskan berbagai persoalan dan kekisruhan pembangunan selama ini. Jadi,  bukan hanya pak Tatang saja,  hearing pada Senin depan itu diharapkan Kadis PUPR pemkab Lamsel harus hadir, ” jelas Ketua Komisi C DPRD Lamsel,  saat ditemui di ruangannya.  Kesempatan itu,  Sunyata berharap pihak terkait yang telah diundang bukan hanya mampu menjelaskan tapi dapat pula membawa data progres capaian hasil kegiatan pembangunan yang telah dilakukan.  (mad)