Guru Honorer K2 Sambangi Pemkab Tubaba Tuntut Perekrutan PPPK

RAKYATNEWS.CO.ID,PANARAGAN – Sebanyak 18 guru honorer Katagori 2 (K2) Se- Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), sambangi kantor bupati untuk menuntut perekrutan Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Tubaba.

Dalam hal tersebut, perwakilan dari sebanyak 149 tenaga honorer K2 yang telah mengabdi sebagai guru dan tenaga medis selama lebih dari 10 tahun di Kabupaten Tubaba, ingin menyampaikan aspirasi dan menuntut agar di adakan nya Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Tubaba.

Menurut, Dina salah satu guru honorer yang ikut mengadukan nasibnya mengatakan, pihak nya sebelum menyambangi kantor bupati, terlebih dahulu mereka menyambangi kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD), untuk menanyakan kejelasan status yang di rasakan mereka sebagai pahlawan tanpa jasa selama puluhan tahun tersebut

“Tapi yang kami sayangkan ketika kami meminta data yang masuk dalam daftar perekrutan PPPK tersebut, pihak BKD tidak mau mengeluarkan data tersebut, dan mereka pun mengatakan bahwa tidak ada dana untuk meng gaji tersebut,”ungkapnya. Rabu 21/02 di ruang tunggu tamu Bupati Tubaba.

Lanjutnya, mereka yang sudah menjalani puluhan tahun menjadi guru honorer ini, sudah mengikuti syarat yang telah di berikan oleh pihak pemerintah melalui BKD. Namun, sampai saat ini pun mereka tidak mendapatkan kejelasan terkait status yang mereka rasakan selama ini dengan mengandalkan gaji 200 ribu rupiah yang bersumberkan dari dana Bos selama tiga bulan sekali.

“Kami pun sadar diri karena dimana umur kami yang sudah melewati batas untuk di angkat menjadi ASN. Namun, kami sangat mengharapkan untuk di daftarkan di PPPK, tapi hanya di kabupaten Tubaba ini saja yang tidak mengadakan PPPK ini melainkan kabupaten lain di adakan,”katanya.

Baca Juga :  IWO TUBA Dukung Sosialisasi Mall Pelayan Publik

Sementara, perwakilan guru honorer ini pun tiba di kantor Pemkab Tubaba. Namun, bupati beserta jajaran sedang ada kunjungan kerja di luar kota. Dan akhinya tidak ada yang dapat menyambut aspirasi para guru honorer K2 yang telah mengabdi selama puluhan tahun ini.

“Yang kami sesalkan kenapa PPPK di tiadakan dengan alasan ketiadaan nya ketersediaan dana untuk meng gaji PPPK tersebut. Namun, pengajar Tubaba cerdas dan pengajar guru penggerak di adakan,”tambahnya.(Der)