RAKYATNEWS.CO.ID,PANARAGAN – Dengan pemberitaan yang telah di mencuat dalam beberapa waktu yang lalu, Kepala Bagian Administrasi Wilayah (Adwil) Sekretariat Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), menyangkal bahwa telah memfiktifkan honorer yang di SK kan Bupati di satuan kerjanya.
Pasalnya, melalui pesan singkatnya setelah mencuatnya pemberitaan selama ini atas dugaan penyelewengan gaji honorer Driver yang ada di bagiannya dirinya menyangkal bahwa, tidak pernah memakan uang gaji honorer Driver (Supir) selama kurun waktu dua tahun sejak 2017-2018 untuk kepentingan pribadinya.
Menurut, Miral bahwa anggaran yang di berikan oleh Pemkab yang di peruntukan gaji honorer Driver itu tidak mencukupi. Sehingga, dirinya harus mengeluarkan biaya pribadi.
“Memang biaya yang saya keluarkan saat perjalanan dinas (DL) saat saya keluar kota tidak cukup. Sampai saya harus mengeluarkan biaya pribadi. Makanya saya menyuruh dinda untuk konfirmasi ke bandahara karena dia yang paham pengeluaran anggaran di bagian saya,”kilahnya kembali saat di hubungi via pesan Whatsapp. Rabu (27/02).
Atas pemberitaan yang berkembang dirinya tidak menerima, karena seakan-akan menuding dirinyalah yang menyelewengkan dana tersebut. Namun, setelah penelusuran awak media bahwa honorer dengan atas nama Paiman memang tidak pernah masuk, dan tidak pernah mendampingi perjalanan dinas Miral Hayadi selama dua tahun lalu.
“Banyak teman-teman saya di Tubaba, bahkan Lampung banyak menanyakan masalah itu, intinya saya tidak makan duit itu. Itu sebenarnya Dinda walaupun, saya kuasa pengguna anggaran tersebut,”elaknya.
Sementara, Heri bendahara Bagian Administrasi Wilayah mengatakan, bahwa dana gaji honorer yang di peruntukkan driver tersebut memang ada pada tahun 2017-2018 lalu. Namun, pada saat itu dirinya belum menjabat bendahara di bagian Adwil.
“Kita ada tenaga honor lain dalam artian mereka tidak masuk dalam DPA, terus kalau ada tamu segala macam dari mana lagi kalau bukan dari itu. Karena itu tidak mencakup dalam DPA,” terangnya saat di hubungi via telephone seluler. Kamis 28/02
Kemudian, hasil dari penelusuran awak media dia lapangan bahwa, tenaga honorer aktif pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bagian Administrasi Wilayah sebanyak 5 orang. Mereka terdiri dari 2 honorer (Cleaning servis, dan penjaga malam), itu digaji dari APBD Tubaba berdasarkan SK Bupati yang masuk dalam DPA OPD Bagian Administrasi wikayah. Satu tenaga honorer digaji melalui APBD Tubaba di Bagian Tata Usaha Keuangan (TUK), dan dua orang honorer yang diduga disengaja dimasukkan, dan entah disiasati dari mana.(Der)
