RAKYATNEWS.CO.ID,BLAMBANGANUMPU– Menindak lanjuti pengaduan pencaplokan hak wulayat Desa gunung sangkaran, yang di lakuakan oleh PT. Bumi Madu Mandiri (BMM), DPRD Waykanan akan panggil pimpinan PT. BMM pekan depan.
Ketua komisi satu DPRD Way Kanan Arsat mengatakan, pada bulan Februari 2019 kemarin, DPRD Way Kanan lagi – lagi mendapatkan tembusan somasi dari Eeng Saputra selaku kuasa masyarakat adat gunung sangkaran, di mana tertulis di lembaran somasi masyarakat adat kampung Gunung Sangkaran. Akan lakukan pendudukan di tanah ulayat mereka, yang kini di tanami sawit oleh PT. BMM.
“Dengan dasar tersebut, kami sebagai wakil mereka ingin mengetahui apa yang menjadi tuntutan masyarakat gunung sangkaran dan wilayah kampung mana yang mereka persoalkan,”katanya.
Lanjut Arsad, data yang kami dapat di lapangan wulayat, tanah yang mereka persoalkan bukan merupakan HGU PT. BMM. Namun kita masih akan lihat penjelasan dari masing-masing pihak dari haering pada hari Selasa (19/3/2019) mendatang. Jelas mantan Kepala Kampung Pakuon Ratu tersebut.
Terpisah Eeng kuasa masyarakat Kampung Gunung Sangkaran, menuding PT. BMM sudah ingkar janji saat pemberian dana pembukaan portal pada Tahun 2013 yag lalu.
Menurut Eeng, dana 150 juta dana ijin jalan di wilyah wulayat gunung sangkaran, yang berbatasan langsung dengan kampung giham dan kelurahan Blambangan Umpu. Maka saat itu ratusan masyarakat ulayat gunung sangkaran medesak agar PT. BMM melakukan pembebasan ratusan hektar tanah Guning sangkaran, yang terlanjur di garap oleh PT BMM. Bebernya.
Lanjut Eeng, “Namun kenyataan BMM pura -pura tidak sadar bahwa mereka telah lakukan pencablokkan, tanah hak ulayat masyarakat Gunung sangkaran”. Katanya.(Wan)
