Proyek Pembangunan Paving Blok Terkesan Asal Jadi

RAKYATNEWS.CO.ID, TANGERANG – Proyek pembangunan paving blok yang berada di Rt 022/007 dengan panjang 141 M dan lebar 120 cm terkesan asal-asalan.

Bagaimana tidak proyek kurang lebih 2 minggu ini dikerjakan namun belum juga rampung, sehingga akses jalan warga agak terhambat.

Ahmad Suhud warga setempat yang coba mengkonfirmasi kepada pekerja proyek tersebut salah satunya adalah biasa dipanggil Jaro atau ketua RW 007,keterangan yang didapat bahwa kami kerja dengan sistem borongan bersama warga sekitar dengan harga Rp17 ribu permeternya, kami pun tidak tahu jika pekerjaannya malah terbengkalai begini dan kami pun belum dibayar  terkait hak kami sebagai pekerja proyek ini sehingga kami juga malu kewarung-warung disini karena kami pekerja berhutang untuk kebutuhan kami dilapangan pada saat kerja seperti Rokok dan kopi pada saat pengerjaan,”ucap Jaro kepada ketua Rw 007 Zakaria.

Selanjutnya Suhud juga mengkonfirmasi kepada kepala Desa taban yang dijabat PJS kepala Desa Taban Asbari yang juga mantan Sekertaris Desa taban terkait pembangunan jalan Paving Blok warga di Rt 022/007,bahwa proyek tersebut terkendala barang yang sampe saat ini sudah dipesan tapi belum juga dikirim dan ia meminta bersabar dulu,”ucap Asbari selaku Pjs kepala Desa Taban. k

Kemudian Suhud menanyakan boleh gak atas nama warga untuk tahu yang sebenarnya berapa RAB (Rencana Anggaran Biaya) terkait pembangunan jalan warga itu,jawab Asbari selaku Pjs kepala Desa Taban, boleh kang tapi “Nanti” ya kang ke Andri aja saya juga belum megang karena saya masih baru menjabat Pjs Kepala Desa,” ucapnya.

Padahal sebelumnya beliau adalah Sekretaris Desa tersrebut,setelah itu Suhud pamit untuk pulang,namun setelah keluar ternyata bertemu kembali dengan Suhendri atau biasa di Sapa Andri yang juga staf Desa Taban namun tertera di struktur Desa Taban sebagai Jaro,dan Suhud kembali mempertanyakan terkait pembangunan jalan Paving blok di Rt 022/007 bagaimana kelanjutannya terkait proyek yang dikerjakan kurang lebih 2 minggu itu blm rampung,dan Suhendri atau biasa disapa Andri yang juga anak dari Kepala Desa (Mantan) sebelumnya menjelaskan bahwa Proyek di Rt 022/007 itu dibangun nanti tahap kedua sekitar bulan Agustus akhir atau September karena anggarannya belum turun, dan terkait sekarang dikerjakan itu adalah barang sisa dari proyek ditempat lain yang dikirim dan kekekurangannya nanti akan ditambah lagi,jadi belum saatnya dikerjakan,dan Suhud pun sebagai warga merasa bingung dengan keterangan yang didapat berbeda,mulai dari Ketua RW, dan Pjs kepala Desa Taban mengatakan menunggu barang tersebut sedang dipesan sedangkan jawaban dari Suhendri atau biasa disapa Andri juga berbeda,ketika Suhud menanyakan RAB terkait proyek tersebut atas nama Warga jawab andri “Nantilah”.,dan kami merasa kecewa atas nama warga dengan jawaban dan keterangan yang berbeda dan terkesan proyek tersebut ditutup-tutupi, Suhud meminta semua harus terbuka terkait proyek pembangunan yang dibangun dari anggaran negara itu,Suhud minta kepada Camat kecamatan Jambe untuk turun mengecek terkait pembangunan proyek tersebut yang terkesan ditutupi.

Baca Juga :  Satu minibus tertabrak kereta di Pasuruan

(Mut)