Ketua DPC PDI-Perjuangan: Putusan MA Kebenaran Terjawab Sudah

BANDARLAMPUNG-Tersiar kabar jika Mahkamah Agung (MA) mangabulkan permohonan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana – Deddy Amarullah.

Selain itu, MA juga menganulir keputusan KPU Kota Bandar Lampung yang mendiskualifikasi paslon yang diusung oleh PDI-Perjuangan, Gerindra, dan Nasdem.

Keputusan itu tertuang dalam dokumen putusan permohonan sengketa Pelanggaran Administratif Pemilihan Kepala Daerah Bandar Lampung bernomor Nomor 1 P/PAP/2021.

Nah, menanggapi hal tersebut, Ketua tim partai pemenangan pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Eva Dwiana-Dedi Amarullah, Wiyadi mengucap terimakasih atas kepercayaan masyarakat Bandar Lampung. Karena, kebenaran terjawab sudah.

“Ya, tentunya kami dari tim dan saya sebagai ketua tim pemenangan dari Partai pengusung calon dan salon mengucapan terima kasih atas dukungan serta doanya warga Kota Bandar Lampung. Dan Akhirnya kebenaran hari ini terjawab sudah,” ujar Wiyadi saat dikonfirmasi, melalui pesan telp pintarnya, Rabu (27/01/2021).

Dan tentunya, lanjut Ketua DPC PDI-Perjuangan ini Kota Bandar Lampung ini, bahwa semua ini adalah, tidak lepas dari doa seluruh masyarakat Kota Bandar Lampung untuk pasangan calon Eva dan Dedi Amarullah dan mereka sudah diberikan amanah sekutar 57 persen lebih kemenangan, ketika di TPS 9 Desember lalu.

“Dan kami juga ucapkan terima kasih kepada seluruh tim pemenangan, baik dari Partai, relawan dan juga seluruh lapisan masyarakat Kota Bandar Lampung, para relawan dan lainnya yang telah mampu menjaga situasi dan kondusifitas keamanan ketertiban sehingga dari pasca keputusan Bawaslu sampai MA ini tidak ada kekacauan ataupun kegaduhan, Kota Bandar Lampung tetap terjaga keamanan dan ketertiban secara terkendali dan akhirnya hari ini kami sampaikan kebenaran akhirnya terjawab,” ucapnya.

Diketahui juga, dalam laman yang ditulis media Jakarta, sidang putusan yang digelar pada Jumat (22/1/2021) lalu, Ketua Majelis Hakim, Supandi, memberikan dua putusan penting. Pertama, menyatakan menolak permohonan intervensi dari paslon Rycko Menoza dan Johan Sulaiman. “Kedua, dalam pokok sengketa mengabulkan permohonan Eva Dwiana dan Deddy Amarullah, untuk seluruhnya,” demikian bunyi putusan yang dikutip Bisnis, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga :  Pelanggan Listrik PLN Keluhkan Petugas PLN Yang Terkesan Tidak Profesional !

MA juga menyatakan bahwa Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Bandar Lampung Nomor 007/HK.03.1-Kpt/1871/KPU-Kot/I/2021, tanggal 8 Januari 2021, tentang Pembatalan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung Tahun 2020, atas nama Pasangan Eva Dwiana dan Deddy Amarullah, batal dimata hukum.

Sebagai konsekuensinya, MA memerintahkan KPU Kota Bandar Lampung untuk mencabut Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung yang mendiskualifikasi pasangan nomor urut 3 tersebut.

Tak hanya itu, KPU Bandar Lampung juga diminta untuk menetapkan kembali dan menerbitkan keputusan baru yang menyatakan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Bandar Lampung Nomor 461/HK.03.1-Kpt/1871/KPU-Kot/IX/2020, tanggal 23 September 2020, yang memenangkan paslon Eva Dwiana – Deddy Amrullah tetap berlaku dan berkekuatan hukum mengikat.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bandar Lampung memberi waktu pasangan Wali Kota-Wakil Wali Kota Bandar Lampung nomor urut 03 Eva Dwiana-Deddy Amarullah untuk melakukan perlawanan hukum ke Mahkamah Agung hingga Selasa (12/1/2021).

Pemberian waktu ini untuk langkah hukum ini setelah KPU Bandar Lampung secara resmi mendiskualifikasi Eva-Deddy sebagai peserta Pilkada 2020.

“Keputusan diambil sebagai tindak lanjut dari putusan Bawaslu Lampung yang mendiskualifikasi pasangan calon nomor urut 03 pada sidang administrasi terstruktur, sistematis dan masif pada Rabu (6/1/2021) lalu,” kata Ketua KPU Bandar Lampung Dedi Triyadi, di Bandar Lampung, Jumat (8/1/2021) lalu.

Dedi menyebutkan keputusan diskualifikasi diambil dan telah berkonsultasi dengan KPU Provinsi Lampung dan KPU RI dengan virtual maupun berkirim surat.

Dalam keputusannya KPU RI memerintahkan KPU Bandarlampung untuk membatalkan Eva-Dedy sebagai pasangan calon sebagaimana putusan persidangan TSM oleh Bawaslu Provinsi Lampung. “Hal tersebut berdasarkan surat keputusan dari KPU RI nomor 16/Py.02.1-SD/03/KPU/1/2021,” jelasnya. (*/ron)