BANDARNEGERISEMUONG – Tidak sadar sungai Way Banding banjir besar, satu unit mobil Mitsubishi Pickup L300 BE 8035 VY warna hitam pengangkut pasir yang biasa mengambil pasir di sungai tersebut, hanyut tergeret pada jumat (24/2) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kapolsek Wonosobo Iptu Juniko, S.H mengatakan, kendaraan yang dikemudikan oleh Novi (30) dan kernet Rodiansyah warga Pekon Gunung Doh Kecamatan Bandar Negeri Semuong Kabupaten Tanggamus. Saat ditemukan kondisi mobil dalam kondisi ringsek seluruh badan mobil.

“Mobil hanyut diterjang banjir saat mengambil pasir batu, syukur alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut sebab sang sopir dan kernetnya berhasil keluar dari mobil saat banjir menerjang. Sang kernet mengalami shock usai kejadian tersebut,” katanya.
Kapolsek mengungkapkan, setelah dilakukan pencarian terhadap kendaraan L300 tersebut, pagi tadi, Sabtu (25/2) mobil ditemukan selanjutnya dievakuasi ke darat oleh pemilik dan warga dengan bantuan penarikan kendaraan lain.
“Setelah air surut, mobil berhasil ditemukan dengan jarak sekitar 100 meter dari Jembatan Way Semuong di Pekon Banding, Bandar Negeri Semuong,” ujarnya.
Kapolsek menjelaskan, kronologis kejadian bermula pick up Mitsubishi L300 yang dikemudikan oleh Novi sedang memuat material di aliran sungai Way Semuong Pekon Banding, pada saat yang bersamaan tiba-tiba arus sungai meluap. Sementara supir dan kernet tidak sadar banjir datang tiba-tiba, alhasil mobil terseret de rasanya air banjir.
“Keduanya baru sadar banjir datang saat mobil mulai sedikit terseret. Sopir berusaha lompat ke kabin dengan maksud menyelamatkan kendaraan, namun terjangan banjir bandang seketika menyeret ke tengah dan menjungkirbalikkan mobil. Di tengah kepanikan, sopir dan kerner berhasil keluar kabin dengan memecahkan kaca depan, mereka berenang ke tepi dan mengalami memar serta luka ringan bagian pinggang dan kaki,” jelasnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, Kapolsek mengimbau masyarakat yang beraktifitas di tepian sungai setempat agar selalu waspada mengingat cuaca saat ini intensitas hujan masih cukup deras setiap harinya. “Masyarakat agar selalu waspada terjadinya banjir bandang di sungai way semoung sebab saat ini masih penghujan,” himbauannya.
Sementara itu, Novi selaku sopir mengaku bersyukur masih bisa selamat dalam musibah tersebut dan ia benar-benar tidak mengetahui kedatangan banjir bandang ketika sedang memuat pasir.
Kami bersyukur masih selamat, kami juga telah upaya menyelamatkan mobil namun banjir besar yang datang sehingga menyeret kendaraan sampai puluhan meter,” ucapnya. (wan)
