RAKYATNEWS.CO.ID, METRO – Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso akan menunjuk tim untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait wacana pembongkaran Pasar Shopping Center Kota Metro.
Langkah tersebut dilakukan agar informasi yang disampaikan kepada publik tidak menimbulkan kesalahpahaman, mengingat rencana tersebut berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, khususnya para pedagang dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bambang menyampaikan hal itu saat dimintai keterangan oleh awak media seusai menghadiri pelantikan pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Metro masa bakti 2026–2031 sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI, Rabu (14/10/2026).
Saat ditanya mengenai wacana pembongkaran Shopping Center, Bambang belum memberikan penjelasan secara terperinci. Ia mengatakan, pemerintah akan menunjuk tim khusus untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Biar tidak salah memberikan penjelasan terkait Shopping Center, karena itu berkaitan dengan masyarakat dan sebagainya. Nanti akan kita tunjuk tim untuk menyampaikan hal-hal yang perlu disampaikan kepada masyarakat,” ungkap Bambang saat di wawancarai doorstop awak media.
Di sisi lain, wacana pembongkaran total bangunan Shopping Center Kota Metro terus menjadi perhatian publik. Sejumlah persoalan masih menjadi pertanyaan, mulai dari rencana sosialisasi kepada pedagang, kajian teknis bangunan, hingga konsep penataan kawasan apabila pembongkaran benar-benar dilaksanakan.
Kepastian mengenai rencana tersebut dinilai penting bagi para pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di Shopping Center. Mereka membutuhkan kejelasan mengenai arah kebijakan pemerintah, termasuk kemungkinan relokasi, ketersediaan tempat usaha pengganti, serta keberlanjutan aktivitas perdagangan selama proses penataan berlangsung.
Bagi sebagian pelaku UMKM, terutama kalangan anak muda Kota Metro yang mulai merintis usaha secara mandiri, Shopping Center bukan sekadar bangunan atau tempat berjualan. Kawasan tersebut menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, membangun jaringan usaha, memperoleh penghasilan, serta membuka peluang ekonomi di tengah keterbatasan modal.
Karena itu, kejelasan kebijakan pemerintah menjadi hal penting agar rencana penataan kawasan tidak mengabaikan keberlangsungan usaha masyarakat. Sosialisasi yang terbuka, kajian yang dapat dipertanggungjawabkan, serta penjelasan mengenai solusi bagi pedagang diharapkan dapat memberikan kepastian kepada seluruh pihak yang terdampak.
Hingga berita ini ditulis, penjelasan lebih terperinci mengenai mekanisme pembongkaran, jadwal pelaksanaan, skema relokasi pedagang, dan konsep penataan Shopping Center masih perlu disampaikan oleh pemerintah kepada masyarakat.
Para pedagang dan pelaku UMKM pun menantikan penjelasan resmi tersebut agar dapat mempersiapkan langkah ke depan serta memastikan keberlangsungan usaha mereka di tengah wacana perubahan kawasan perdagangan tersebut.
Redaksi: Sonny








