RAKYATNEWS.CO.ID,KOTAAGUNG – Diduga dipicu oleh masalah keluarga, Novel (25) warga lingkungan Way Taman Kelurahan Pasar Madang Kecamatan Kota Agung kabupaten Tanggamus tewas dengan cara minum racun serangga dan mengiris urat nadi tanganya, Jumat (11/1).
Kapolsek Kotaagung AKP Syafie Lubis saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa berdasarkan keterangan sejumlah saksi, Novel murni merupakan korban bunuh diri dengan kondisi urat nadi sebelah kirinya putus dan mulut berbusa karena meminum obat serangga saat berada di rumah kerabatnya di kawasan Muara Indah Kelurahan Baros Kota Agung.
Selain itu kata dia dikuatkan juga keterangan dari pihak perawat rumah sakit Alhafa Medika tempat pertama yang menangani korban, bahwa dari hasil rekam medik, di tangan dalam keadaan sudah tidak ada nadi, detak jantung terhenti dan tampak tangan sebelah kiri luka teriris dengan ukuran kurang lebih 8 cm serta badan lemas kehabisan darah.
Hal itu dikatakan Kapolsek Kota Agung Polres Tanggamus AKP Syafri Lubis, SH setelah pihaknya melakukan penyelidikan laporan masyarakat adanya dugaan bunuh diri tersebut.
“Dugaan penyebab meninggalnya korban karena kehabisan darah, akibat luka sayat ditangan kiri, disertai dengan si korban mengkonsumsi obat serangga. Adapun perbuatan korban diduga dilatarbelakangi masalah keluarga, namun petugas tidak mengetahui akar masalah tersebut,” katanya.
Untuk kronologis kejadian berdasarkan penuturan saksi kata kapolsek, korban pertama kali ditemukan oleh Riki Alisabana (18) sekitar pukul 19.00 WIB. Dimanaalam itu Riki pulang kerumahnya di komplek Pantai Muara Indah dan setelah masuk rumah sudah mendapati korban dalam posisi duduk bersandar dan kondisi tangan kiri tersayat.
Oleh Riki dan adiknya, korban kemudian dipindahkan ke kursi sofa dan langsung menghubungi kakak ipar korban kemudian menghubungi pihak kepolisian. Dan sekitar pukul 19.30 WIB, oleh petugas dibantu warga, korban langsung dievakuasi ke Klinik Alhafa Medika.
Setelah dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis kata kapolsek, korban langsung dibawa pihak keluarga ke rumah duka. “Korban disemayamkan di rumah mertuanya di Kelurahan Pasar Madang,” ujarnya.
Ditambahkan Kapolsek, berdasarkan keterangan pihak keluarga telah menerima kematian korban sebagai musibah. Dan Menurut keluarga, korban direncanakan akan dimakamkan ditempat kelahirannya di Kecamatan Pulau Panggung Tanggamus namun hal itu masih dalam musyawarah keluarga.
Guna mengantisipasi kejadian seperti itu, Kapolsek menghimbau masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan YME, tidak menutup diri dari lingkungan.
“Jika ada masalah baiknya dikomunikasikan dengan keluarga, teman atau bahkan ada Bhabinkamtibmas yang dapat membantu memecahkan masalah di lingkungannya masing-masing. Dan yang lebih penting dekatkan diri kepada Tuhan YME,” pungkasnya. (yun)
