Warga Srikaton Di hebohkan Penemuan Mayat Wanita Di Persawahan

RAKYATNEWS.CO.ID, SEMAKA – Warga di pekon Srikaton kecamatan Semaka kabupaten Tanggamus dihebohkan dengan penemuan seorang wanita dalam posisi tertelungkup dan sudah tidak bernyawa di areal persawahan pekon setempat pada Selasa (12/3).

Kapolsek Semaka Iptu Heri Yulianto mengatakan, bahwa penemuan jasad korban Klendet (59) warga pekon Srikuncoro kecamatan Semaka ini pertama kali temukan oleh sejumlah anak-anak yang tengah bermain di areal persawahan. Dari penemuan ini aparat pekon setempat, langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian sektor Semaka.

“Dari laporan ini, kami langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dibantu masyarakat kami langsung mengevakuasi korban yang pada saat ditemukan dalam posisi tertelungkup tepat ditengah sawah, lengkap dengan peralatan berkebun dimana ditemukan sebilah golok, caping (topi sawah, red) dan sepasang sandal japit sekitar pukul 11.30 WIB,” katanya.

Dari keterangan warga kata dia, diketahui korban bernama Klendet (59) istri dari Derajat (59) warga RT 02/02 Pekon Srikuncoro Kecamatan Semaka. Dari keterangan pihak keluarga, korban diduga kuat meninggal karena sakit. Karena semasa hidupnya, korban sering mengeluh sakit pada bgian kepala, bahkan dalam kondisi tertentu korban sering merasa lemas bahkan terkadang sering pingsan mendadak.

“Berdasarkan keterangan tersebut, diduga sebelum meninggal penyakit korban kambuh tanpa ada yang melihat maupun memberikan pertolongan. Hal itu juga dikuatkan oleh Petugas Kesehatan Puskesmas Pekon Sudimoro bahwa tidak ada ada bekas/tanda luka ataupun bekas penganiayaan pada bagian tubuh almarhumah,” kata Kapolsek.

Sementara untuk posisi korban jelasnya, saat ini almarhum telah disemayamkan di rumah duka guna proses pemakaman. “Sekarang almarhum sudah di rumah duka dan informasi keluarganya akan dimakamkan hari ini juga,” jelas Heri.

Baca Juga :  Warga Serahkan Senpi Locok Ke Polsek Tumijajar

Sementara berdasarkan keterangan keponakan korban, Siti Homsah (45), tidak ada yang mengetahui pasti kapan almarhumah pergi meninggalkan rumah. Sebab suaminya sedang melaksanakan gotong royong di Masjid bersama warga lain.

“Namun perkiraan almarhum keluar rumah sekitar pukul 10.00 WIB. Pasalnya di bawah jam itu, almarhum masih terlihat beraktifitas di dalam rumahnya,” katanya.

Ia juga menjelaskan, almarhum tinggal hanya berdua suaminya. Sebab dari tujuh anak-anak korban lima sudah berkeluarga dan telah memeiliki rumah sendiri dan dua anaknya lagi sedang bekerja di kota Tanggerang. (yun)