Sharing Time Megalithic Millenium Art Peradaban Baru Tubaba

RAKYATNEWS.CO.ID,PANARAGAN – Sharing Time Megalithic Millenium Art menjadi peradaban baru di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dengan berfilosofi kan Lampung yang tidak mengenal konsep Pandawa dan hanya mengenal konsep Kurawa.

Konsep itu sendiri pun terbentuk dengan sendirinya dari berabad abad tahun lalu yang telah di jalankan warga masyarakat lampung dengan. Mengajarkan tentang kebaikan dan banyak menyebut hal-hal yang dalam kata keburukan.

Misalnya, contoh orang Pagar Dewa mengatakan, kata duguk taun
maka kita jangan berbuat buruk kita harus melakukan kebaikan. Setelah orang Lampung itu berbuat baik yang apa menjadi sebutan ternyata tidak ada sebutan orang yang berbuat baik di tanah Lampung ini karena berbuat baik suatu kewajiban bagi kita bermakluk.

Menurut, Umar Ahmad, SP Bupati Tubaba mengatakan bahwa, dalam merespon keinginan kita semua untuk menjadikan Tubaba atau khususnya kota ini sebagai Kota budaya yang berbasis ekologi dalam rangka memperkuat itu semua kita telah menyusun langkah dan strategi.

“Mungkin ini agak lebih menyentuh kepada wilayah-wilayah yang mitologi dan filosofis bahwa di tempat ini telah lahir, sosok makhluk yang secara khusus kami sepakati dengan nama bunian disebut makhluk sosok makhluk yang nantinya akan menjaga pepohonan akan menjaga sumber sumber air ini yang ada di Kabupaten Tubaba,”ungkapnya di Ulluan Ughik. Rabu (22/01/2020).

Lanjutnya, Lampung baik itu adalah kewajiban tidak perlu dihargai jadi berbuat baik sesama manusia itu adalah kewajiban tidak perlu diagung-agungkan masa sekarang.

“Rasanya penting bahwa kebaikan itu dalam dalam tanda kutip harus kita sebar luaskan kepada orang lain sehingga, kebaikan yang kita tanam ini bisa benar-benar meluas di tanah yang kita cita-citakan ini,”katanya.

Baca Juga :  BPBD Tubaba Sosialisasi Minimalisir Bencana Alam Kepada Pelajar SMKN 01

(Der)