Tubaba-Jalan penghubung antar Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Dan Lampung Utara, yang terletak di Tiyuh sumber Rejo, Kecamatan Tumijajar, kini dalam kondisi memprihatinkan sehingga sering terjadi kecelakaan.
seorang warga yang tidak ingin di sebutkan namanya mengatakan, bahwa jalan tersebut sudah sering banyak menelan korban kecelakaan akibat kondisi yang begitu buruk.
“Kalau pemerintah nya memang bagus tapi kurang memperhatikan keadaan kondisi jalan terutama yang berada di suku 004 ini,” kata warga pada media,(13/07/2024).
Bahkan, keadaan kondisi jalan yang rusak parah tersebut sudah terhitung cukup lama belum di perbaiki sehingga beberapa waktu lalu saya mengalami kecelakaan saat melintas hingga saat ini masih mengalami cidera,” lanjutnya.
Kemudian, salah seorang penguna kendaraan saat melintasi jalan juga ikut menyoroti kinerja dinas terkait.
“Parah jalan itu pak mau lewat saja sulit ,bisa di lihat dari kondisi ya seperti itu, semestinya pemerintah jangan hanya perbaiki jalan luarnya saja di dalam seperti ini juga harus di perhatikan,” cetusnya.
Menanggapi keluhan warga ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tubaba, Dedi Priyono, S.H., menyampaikan tanggapannya terkait kondisi ini.
Ia menilai bahwa kurangnya pemberitaan media di Tubaba mengenai perhatian pemerintah terhadap perawatan jalan menjadi salah satu penyebab utama penurunan kualitas infrastruktur.
“Saya pikir memang media harus lebih gencar lagi memberitakan semua kondisi infrastruktur yang tidak terawat di Tubaba, jangan fokus terhadap publikasi desa atau produksi rilis kegiatan pemerintah saja. Cobalah semua media kompak memberitakan semua kondisi infrastruktur yang mulai memburuk,” ujar Dedi Priyono.
Menurut Dedi, minimnya informasi yang diproduksi wartawan di Tubaba tentang kondisi buruknya infrastruktur membuat kemunduran Tubaba yang saat ini dikenal maju pesat hanya karena icon-icon yang tampak saja.
“Selama dua tahun terakhir, semenjak ditinggalkan Bupati Umar Ahmad dan Fauzi Hasan, geliat pembangunan infrastruktur jalan merosot. Jadi saya mengajak semua wartawan yang bertugas di Tubaba, silahkan kritik dengan keras,” kata Dedi Priyono.
Ajakan Ketua PWI Tubaba tersebut, agar media lebih aktif dalam memberitakan kondisi infrastruktur yang memburuk, dan diharapkan dapat mendorong perhatian pemerintah untuk segera mengambil tindakan perbaikan dengan nyata.
“Jangan anggaran operasional SKPD saja yang dibesarkan, belanja habis pakai, tunjangan, gaji insentif dan sebagainya yang dipikirkan, program nyatanya mana. Wartawan harus banyak produksi berita investigasi.” pungkasnya.(San)
