TANGGAMUS – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap program hilirisasi produk pertanian yang tengah menjadi salah satu fokus pembangunan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Dukungan tersebut disampaikan langsung dalam audiensi pengurus JMSI Lampung dengan Bupati Tanggamus H. Saleh Asnawi di Ruang Rapat Bupati, Rabu (24/6/2026).
Ketua JMSI Provinsi Lampung Ahmad Novriwan mengatakan Kabupaten Tanggamus memiliki sumber daya alam yang melimpah dan beragam komoditas unggulan yang selama ini belum dikelola secara optimal untuk memberikan nilai tambah bagi daerah.
Menurutnya, hilirisasi merupakan langkah strategis yang mampu mengubah produk pertanian mentah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat.
“Tanggamus memiliki potensi luar biasa di sektor pertanian. Namun selama ini sebagian besar hasil produksi masih dijual dalam bentuk bahan baku. Karena itu kami mendukung penuh langkah Bupati yang menjadikan hilirisasi sebagai program prioritas pembangunan daerah,” ujar Novriwan.
Dalam pertemuan tersebut, Novriwan yang didampingi Wakil Ketua JMSI Lampung Yulizar Kundo, Sekretaris Anton Kurniawan, Ketua Bidang Amuri serta Kepala Sekretariat Desty Efriyani, juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi Jalan Lintas Barat Sumatera yang melintasi Kabupaten Tanggamus dan sejumlah daerah lainnya di Lampung. Menurut JMSI, meningkatnya volume kendaraan setiap tahun membuat pelebaran jalan menjadi kebutuhan mendesak.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah lain seperti Pesawaran, Pringsewu, Lampung Barat dan Pesisir Barat untuk bersama-sama mendorong pemerintah pusat melakukan pelebaran ruas Jalan Lintas Barat. Jalur ini semakin padat dan sering menimbulkan kemacetan karena belum adanya jalan alternatif yang memadai,” katanya.
Selain membahas pembangunan daerah, JMSI juga menyampaikan sejumlah agenda organisasi, termasuk rencana pelantikan Pengurus JMSI Kabupaten Tanggamus dalam waktu dekat.
Pada kesempatan itu, JMSI Lampung turut menyampaikan bahwa Provinsi Lampung akan menjadi tuan rumah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2027 yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-7 JMSI.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus dapat mendukung dan berpartisipasi menyukseskan agenda nasional tersebut. Ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia,” ujar Novriwan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Tanggamus H. Saleh Asnawi menyambut baik dukungan JMSI terhadap program pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa hilirisasi produk pertanian menjadi salah satu prioritas pemerintahannya guna meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Menurutnya, Tanggamus memiliki berbagai komoditas unggulan seperti kopi, pisang, cengkeh hingga hasil tambang yang selama ini belum mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan daerah.
“Potensi Tanggamus sebenarnya sangat besar. Kita memiliki kopi, pisang, cengkeh, hasil tambang dan berbagai sumber daya lainnya. Namun karena belum diolah secara maksimal, manfaat ekonominya belum optimal. Karena itu hilirisasi menjadi salah satu program utama yang sedang kami dorong,” kata Saleh Asnawi.
Selain sektor pertanian, Bupati juga menaruh perhatian besar terhadap pengembangan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Tanggamus.
Dengan garis pantai mencapai sekitar 202 kilometer dan sejumlah destinasi wisata yang telah dikenal luas, Tanggamus dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Lampung.
“Kita memiliki banyak destinasi wisata yang luar biasa seperti Teluk Kiluan, Pantai Gigi Hiu, Pulau Tabuan dan berbagai objek wisata pantai lainnya. Jika dikelola dengan baik dan didukung investasi yang memadai, sektor ini akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menambah PAD,” ujarnya.
Karena itu, Bupati berharap JMSI dapat membantu memperluas jejaring informasi dan promosi daerah, termasuk membuka peluang masuknya investor untuk pengembangan sektor pariwisata maupun industri pengolahan hasil pertanian.
“PAD Kabupaten Tanggamus saat ini masih relatif kecil. Banyak produk dari daerah ini dipasarkan ke luar daerah dan diolah di tempat lain sehingga nilai tambah dan pajaknya tidak kembali ke Tanggamus. Jika kita mampu menghadirkan pabrik pengolahan, hotel dan investasi lainnya di sini, maka lapangan kerja akan terbuka dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat,” pungkasnya.
Redaksi: Sonny
