METRO — Pedagang di Pasar 16C Margorejo, Kecamatan Metro Selatan, mengeluhkan keamanan di lingkungan pasar yang dinilai semakin tidak terjamin. Dalam waktu sepekan, sudah terjadi tiga kali kasus pencurian dengan cara pembobolan warung pada malam hari.
Seorang pedagang sembako, Martini yang akrab disapa Buk Haji, menceritakan bahwa tokonya menjadi sasaran pencurian saat ia tidak berdagang selama lima hari. Ketika hendak membuka kembali usahanya, ia merasa curiga karena menemukan kusen pintu dalam kondisi rusak.
“Pintu memang tertutup, tetapi kusen dan engselnya dirusak, lalu pintu ditutup kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Saat didorong, pintu langsung terbuka. Kami periksa dan ternyata empat dus minyak goreng hilang,” ungkap Martini saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).
Martini (65 ) menyampaikan bahwa setiap hari para pedagang sudah membayar biaya keamanan sebesar Rp1.000 per orang. Namun, keamanan yang dijanjikan dirasakan belum memadai.
“Sudah membayar, tetapi keamanan belum terasa. Padahal kantor satpam itu letaknya dekat sekali. Saya sudah 20 tahun berdagang di sini, baru kali ini merasa tidak aman,” keluhnya.
Diketahui, kasus pembobolan di pasar tersebut terjadi sebanyak tiga kali dalam waktu satu minggu.
“Teman pedagang di depan toko saya juga sudah dua kali mengalami hal yang sama — sama-sama pedagang sembako,” tambahnya.
Martini berharap biaya keamanan yang telah diserahkan setiap hari benar-benar diimbangi dengan pelayanan penjagaan yang bertanggung jawab sehingga pasar kembali aman.
“Pihak keamanan sempat menyebutkan ingin memberikan ganti rugi, tetapi saya tidak menuntut hal itu. Jika memang diberikan, ya Alhamdulillah, yang utama kami ingin merasa aman saat berdagang,” ucapnya.
Hingga saat ini, laporan kehilangan baru sebatas disampaikan kepada petugas satpam pasar.
“Petugas satpam langsung memotret lokasi kejadian dan berjanji akan menindaklanjuti, tetapi kami para pedagang sangat berharap tempat ini benar-benar aman kembali,” katanya.
Senada dengan Martini, pedagang pakaian bernama Ita (38) membenarkan bahwa pencurian menimpa dua toko sembako toko Ibu Haji Martini sudah dua kali, dan satu toko lainnya juga menjadi sasaran.
“Kejadian di toko Bu Martini sudah dua kali, dan pedagang yang baru berdagang itu kemarin sore sekitar waktu Maghrib, hari Senin juga mengalami pencurian,” jelas Ita.
Dalam kurun waktu satu minggu, total sudah terjadi tiga kali pembobolan di dua toko sembako berbeda.
“Dari toko di belakang saya hilang sekitar tiga dus minyak goreng, dan di toko depannya sekitar dua dus,” rinci Ita.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaporan ke pihak kepolisian belum dilakukan, keluhan baru disampaikan kepada petugas satpam pasar. Padahal, menurutnya, hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari pihak keamanan.
“Satpam belum melakukan langkah apa-apa, seolah-olah diam saja. Hal ini sangat meresahkan kami para pedagang. Seharusnya satpam segera melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian agar ada tindak lanjut dan kami merasa aman,” tegasnya.
Pencurian yang berulang ini membuat para pedagang merasa cemas dan tidak nyaman saat beraktivitas.
“Sangat meresahkan, jadi setiap hari kami merasa cemas dan terus memikirkan keselamatan barang dagangan kami,” ujar Lita.
Saat dikonfirmasi, Kepala Satpam Kota Metro, Sahrul Ali (53) yang berada di lokasi, menyatakan bahwa di Pasar Margorejo sudah ada anggota satpam (Danru) yang bertugas mewakilinya. Sahrul membenarkan adanya tiga kali kejadian pencurian, namun membantah bahwa semuanya terjadi dalam kurun waktu satu minggu.
“Informasinya memang ada tiga kali kejadian, tetapi tidak semuanya dalam satu minggu. Kejadian pembobolan terjadi pada malam hari, dan untuk yang terbaru, kunci pintu sudah terlihat dicongkel sejak pukul tujuh malam dan langsung diketahui oleh anggota yang sedang piket,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai kerugian barang, Sahrul menyatakan belum dapat dipastikan secara pasti, namun pihaknya menerima laporan dari para pedagang.
“Jika memang ada barang yang hilang, kami tidak membantah dan menerima laporan tersebut. Dari keterangan korban, barang yang dikabarkan hilang antara lain minyak goreng dan gula pasir,” katanya.
Terkait sistem penjagaan, Sahrul menyatakan bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur sesuai SOP, yaitu petugas berkeliling ke area ruko-ruko pada malam hari dengan sistem shift.
“Penjagaan dilakukan secara bergantian. Namun, untuk saat ini petugas penjaga malam di lokasi tersebut baru berjumlah satu orang. Kami belum mampu memenuhi kebutuhan dua petugas secara terus-menerus,” akui Sahrul.
Ia berjanji akan meningkatkan kualitas penjagaan demi kenyamanan seluruh pedagang di Pasar Margorejo.
“Menyikapi kejadian ini, kami akan meningkatkan kinerja dan kedisiplinan waktu piket. Petugas akan lebih banyak berkeliling daripada sekadar duduk di pos. Kejadian ini memang sangat disayangkan, dan kami berusaha memperbaikinya,” ucapnya.
Sahrul menduga pelaku pencurian bukan berasal dari luar daerah, melainkan pihak yang sudah mengenal lokasi pasar.
“Kemungkinan besar pelakunya adalah anak-anak atau orang-orang yang sering keluar-masuk pasar, bukan orang asing dan bukan orang tua,” duganya.
Satu hal yang juga menjadi sorotan, Pasar Margorejo hingga saat ini belum dilengkapi dengan alat pemantau keamanan atau CCTV. Para pedagang pun berharap pemerintah terkait segera memperhatikan hal ini agar keamanan dan ketertiban di pasar dapat terjaga dengan baik.
Redaksi: Sonny
