RAKYATNEWS.CO.ID, METRO – Pemerintah Kota Metro terus mendorong pengurangan volume sampah melalui gerakan PILAH BERKAH (Sampah Dipilah, Sekolah Berkah). Program ini menjadi upaya menanamkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sampah bernilai ekonomi di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri 8 Metro Utara tersebut mendapat perhatian Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana. Ia mengapresiasi kreativitas pihak sekolah dalam membangun lingkungan yang mendukung edukasi, literasi, dan kepedulian terhadap kebersihan.
Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro, Arivanda Jaya menegaskan, bahwa keberadaan bank sampah di sekolah menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Karangrejo yang terus menghadapi persoalan penumpukan sampah.
Menurut Arivanda, pengelolaan sampah harus dilakukan berdasarkan jenis dan karakteristiknya. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi perlu dipilah agar dapat dimanfaatkan kembali, sedangkan sampah organik dapat diolah menjadi kompos.
“Jangan semua sampah dicampur. Sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi, seperti plastik tertentu, bisa disetorkan ke bank sampah untuk selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan baku industri,” jelasnya.
“Ia juga menerangkan, bahwa sampah organik dapat diolah melalui lubang biopori maupun komposter. Sementara itu, sampah yang membutuhkan penanganan khusus harus dikelola sesuai karakteristik dan ketentuan yang berlaku.
Adapun sampah residu, seperti tisu bekas dan puntung rokok, menjadi salah satu contoh sampah yang umumnya tidak dapat dimanfaatkan kembali melalui pengolahan biasa. Jenis sampah inilah yang pada akhirnya perlu ditangani melalui jalur pembuangan akhir sesuai ketentuan.
Arivanda menekankan, apabila pemilahan dan pengolahan dilakukan secara konsisten, jumlah sampah yang dikirim ke TPA dapat ditekan. Di sisi lain, sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” jelas Arivanda.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, turut mengapresiasi kreativitas SDN 8 Metro Utara dalam menghadirkan lingkungan sekolah yang lebih nyaman dan menarik.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian ialah, pembuatan yupan atau tempat berteduh yang dipadukan dengan tanaman merambat maupun tanaman gantung. Area tersebut tidak hanya memberikan suasana lebih sejuk, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas siswa di luar kelas.
Keberadaan area teduh itu diharapkan mendukung berbagai kegiatan, mulai dari literasi, diskusi, hingga aktivitas organisasi siswa. Selain memiliki fungsi edukatif, penataan lingkungan tersebut juga memberikan nilai estetika bagi sekolah.
Rafieq mengatakan, Pemerintah Kota Metro akan terus terlibat dalam gerakan PILAH BERKAH sebagai bagian dari upaya mengurangi volume sampah sekaligus membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.
“Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan baru karena edukasi yang diberikan kepada anak dapat diteruskan kepada orang tua dan masyarakat di sekitarnya. Melalui edukasi di SD Negeri 8 Metro Utara, Pemerintah Kota Metro berharap gerakan memilah sampah tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan sekolah menjadi penting karena perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan terdekat. Dengan membiasakan siswa memilah sampah, diharapkan kesadaran tersebut dapat terbawa hingga ke rumah dan lingkungan masyarakat.
Usai mengikuti kegiatan tersebut, Rafieq Adi Pradana meninjau langsung pembangunan yang tengah berlangsung di SDN 8 Metro Utara, yang mendapatkan program revitalisasi satuan pendidikan.
Dalam peninjauan tersebut, ia berharap seluruh pekerjaan revitalisasi dapat dilaksanakan dengan baik, sesuai perencanaan, serta diselesaikan tepat waktu.
Revitalisasi sekolah diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.
Melalui gerakan PILAH BERKAH yang dipadukan dengan penataan lingkungan serta peningkatan fasilitas pendidikan, Pemerintah Kota Metro mendorong sekolah menjadi bagian penting dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Pemilahan sampah bukan sekadar memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, melainkan langkah awal untuk mengurangi beban TPA, membuka peluang pemanfaatan sampah bernilai ekonomi, dan membentuk kebiasaan hidup bersih bagi generasi mendatang,” tutup Rafieq. (*)








