RAKYATNEWS.CO.ID,KALIANDA – Jalan Provinsi di sepanjang pesisir pantai yang menghubungkan dua kecamatan di Lampung Selatan, yakni Kecamatam Pengahan dan Kecamatan Rajabasa, kondisinya rusak sehingga sudah tak nyaman lagi dilalui pengguna jalan. Kondisi jalan rusak semakin parah dan berbahaya jika hujan turun. Meski sering kali dikeluhkan masyarakat, namun jalan utama yang melintasi banyak wisata pantai di Lamsel itu tak kunjung di perbaiki pemerintah. Selain dikeluhkan masyarakat, sejumlah warga juga pernah melakukan aksi dengan menanami pohon pisang di beberapa ruas jalan yang berlubang. Akan tetapi, aksi protes warga tak juga digubris pemerintah sehingga jalan hingga berita ini ditulis belum juga diperbaiki. Penelusuran media ini yang dilakukan setelah hujan turun, pada Jumat (14/12) sore, mendapati sebanyak sepuluh desa di dua kecamatan yang kondisinya rusak parah dan berlubang. Akibat itu, untuk melalui jalan yang berlubang dan tergenang air itu harus ekstra hati-hati agar pengguna jalan tak alami kecelakaan. Sedangkan, sepuluh desa yang banyak mengalami rusak dan berlubang itu, berada di Desa Maja, Canti, Rajabasa, Ujau, Sukaraja, Kunjir, Batu Balak, Hargopancuran, semanak, dan Tanjung Heran.
10 Desa Jalan Rusak, Warga Ancam Penutupan Jalan Provinsi
Sejumlah warga yang setiap hari menggunakan jalan Provinsi yang rusak parah itu, mengaku telah bosan mengingatkan pemerintah agar jalan yang banyak melintasi daerah wisata dan penukiman warga itu, diperbaiki. “Saat ini, kita sudah pasrah karna sudah bosan menyampaikan keluhan dan memprotes jalan yang rusak disepanjang jalan utana ini. Jika, jalan yang rusak ini tak segera diperbaiki pemerintah, jalan ini akan ditutup warga, ” jelas Rusdi diamini Zulkifli dan sejumlah warga lain ke media ini, ketika ditemui Jumat petang. “lihat saja, jika tak diperbaiki jalan ini akan di tutup warga, ” ancam medi warga Canti, Rajabasa ke madia ini. Bahkan, Ruslan warga Kunjir dengan tampak emosi mengatakan pemerintah saat ini sudah tuli, tidak mikirin lagi keluhan warga. “jadi, jangan salahkan warga jika menutup jalan ini, ” timpalnya. Jalan rusak dan berlubang di daerah ini, lanjut Ruslan, sudah berulang kali mencelakai warga akibat kecelakaan saat melintasi jalan yang rusak dan berlubang itu. (mad/hen).
