Jembatan Tak Kunjung Dibangun,  Pedagang Demo Plt. Bupati Lamsel           

RAKYATNEWS.CO.ID,KALIANDA— Terhentinya pembangunan Jembatan Patriot yang menjadi akses utama Pasar Impres Kalianda,  Lamsel selama 4 bulan lebih membuat pedagan setempat dengan didampingi Ormas Tampil Lamsel,  marah. Akibat itu,  para Pedagang bersama Ormas Tampil menggelar aksi protes ke Dinas PU Lansel dan Kantor Bupati Lamsel, sejak pagi hari Rabu (30/1).

Aksi demo yang melibatkan ratusan pedagang Pasar Impres itu,  berlangsung damai dengan mengawali aksinya berkendaraan bermotor bersama-sama dari pasar Impres menuju Pemda Lamsel.
Ormas tampil yang dikomandoi Risyidi dalam aksinya meminta kejelasan pihak pemerintah karna sudah 4 bulan pembangunan jembatan tak kunjung selesai sehingga menghambat proses ekonomi di pasar tersebut.
“Kami minta secepatnya jembatan pembangunannya diselesaikan, sudah 4 bulan tapi kegiatan pembangunan tak ada progres kemajuannya.  Ini sudah gak bener,  kami menuntut secepatnya dibangun dan diselesaikan agar tak menghambat perkembangan dan kehidupan ekonomi di pasar impres, ” teriak Rosyidi diamini pendemo lainnya di halaman kantor bupati lamsel, Rabu (30/1).
Usai menyampaikan orasinya,  Bupati Lamsel Nanang Ermanto yang menemui pendemo kembali berjanji untuk menyelesaikan pembangunan jembatan beton Patriot Pasar Impres Kalianda.  “Catat,  saya janjikan Jembatan akan selesai dibangun dalam waktu 3 bulan kedepan. Jika dalam waktu itu tak juga ada kegiatan penyelesaian pembangunan jembatan. Ingatkan saya atau demo saya lagi jika dalam tiga bulan jembatan itu tak juga selesai, ” tandas Nanang sambil mengatakan pihak pendemo dan para pedagang harus memahami bahwa terhambatnya pembangunan itu dikarenakan kondisi saat ini hujan terus,  juga sedang fokus urus bencana tsunami.
Sedangkan, pembangunan jembatan akan diwujudkan dengan menggunakan anggaran yang didapat melalui dana CSR.  “Saya juga sudah ngemis-ngemis ke perusahaan untuk mendapatkan dana csr Lamsel.  Tolong mengerti dan hargai perjuangan saya itu,  karna untuk dapat dana CSR itu tidak mudah, untuk itu tolong bersabar dan kasih saya kesempatan untuk buktikan janji saya itu dalam waktu tiga bulan kedepan selesai pembangunannya,” tambahnya.
Terpisah,  Ketua Komisi C,  Sunyata, SP yang ditemui media ini diruangannya mengatakan komisi C  telah memantau perkembangan pembangunan jembatan yang direncanakan menggunakan dana CSR itu setidaknya, untuk selesaikan pembangunan jembatan itu butuh dana tidak sedikit, bisa mencapai 1,2 M.  “Selain memantau perkembangan terkini,  kita juga telah menjadwalkan untuk hearing dengan pihak terkait seperti Dinas PUPR Pemkab Lamsel.  Undangan sudah kita sebar,  dijadwalkan Senin depan akan dilakukan hearing, ” pungkas Sunyata, ke media ini.  Sementara itu,  Aqrobin, LSM Pro Rakyat melalui chat WA ke media ini mengatakan CSR Sejati untuk Masyarakat di gunakan sebaik-baiknya tuk kepentingan masyarakat. “Jadi kalau Mr T sebagai Koordinator CSR harusnya lebih Berpihak dan dekat kemasyarakat bukan kepada Penguasa?.  Dana CSR ratusan juta bahkan bisa jadi nilyaran, harusnya pengelolaannya dan penggunaannya harus jelas, transaparan, akuntabel. Sedangkan selama ini bagaimana?  soal pembangunan jembatan yang katanya dari Dana CSR apa sudah Transparan, Akuntabel dsb?  Jangan sampai CSR jadi Lahan baru bagi Oknum untuk Melegasi Penyimpangan dan Penyalahgunaan Dana Masyarakat dari Pihak Swasta,” jelas Aqrobin, yang mengaku ikut prihatin dengan kondisi yang terjadi diera kepemimpinan Nanang Ermanto tersebut. Lebih jauh di katakannya,  turunkan dan ganti koordinator CSR dan audit dana dana  dari perusahaan yang sudah di keluarkan lewat Forum CSR. “Jangan ada lagi penyimpangan dana di Lamsel dalam bentuk apapun oleh siapapun. Malu kita sama khalayak, apa kata dunia? jangan sampai Lamsel di Cap jadi sarangnya orang Korup dan dzolim,” lanjut Aqrobin bersemangat.  (mad)