RAKYATNEWS.CO.ID,BLAMBANGANUMPU — Penyelesaian tapal batas tiga kampung antara, Kampung Gunung Sangkaran, kampung Tanjung raja Giham serta Kelurahan Blambangan Umpu kini secara maraton hampir berbuah.
Masyerakat ulayat kampung gunung sangkaran rumbuk tiuh di balai Kampung dusun satu, gunung sangkaran yang di hadir oleh kepala kampung gunung sangkaran juanda serta tokoh-tokoh kampung lainnya. Minggu (3/3/2019).
Kepala kampung Gunung sangkaran Juanda dalam acara rembuk tiuh meyampaikan, “Alhamdulilah pemerintah kabupaten Way Kanan telah mengakui ada batas kampung gunung sangkara dengan kampung Tanjung raja Gihan dan Blamabangan Umpu.”.
Artinya setahap demi setahap akan berbuah, sehingga masalah ini mudah-mudahan akan terselesaikan.
Sementara Kuasa masyerakat adat Kampung Gunung sangkaran Eeng Saputra Kepada Grahasuara id menjelaskan, Diri mewakili seluruh masyerakat adat gunung sangkaran sangat mengucapkan, “terima kasih kepada Bupati Waykanan dan jajaran yang telah mengakui tapal batas kampung gunung sangkaran dengan kampung tanjung raja giham dan Blambangan umpu”.
Lanjut Eeng, masyarakat Gunung sangkaran meminta pamerintah Kabupaten Way Kanan untuk segera memasang patok batas. Katanya.
“Saya berharap, agar seluruh pihak dapat logowo termasuk PT Bumi madi madiri (BMM), agar tak lagi berkelit kelit untuk mengakui kesalahan mereka, yang sudah mencaplok lahan di luar HGU”. Jelas Eeng.
Apa bila perusahan masih membangkang dengan kesalahannya, maka di pastikan ribuan masyarakat ulayat gunung sangkaran, akan Beraksi menghentikan secara paksa seluruh kegiatan PT BMM yang berdiri di atas tanah ulayat Masyarakat kampung gunung sangkaran.”pungkasnya. (Wan)
