Proyek Tower Raksasa Disoal Diduga Tak Sesuai Bestek

RAKYATNEWS.CO.ID,KALIANDA – Proyek air bersih dengan nama pekerjaan air tanah untuk air baku daerah kekeringan di Kabupaten Lampung Selatan, berupa pembangunan tower penampungan air dari Dinas PUPR Provinsi Lampung, disoal masyarakat.

Selain disoal karena menggunakan bahan bangunan yang tak sesuai dengan petunjuk dan pedoman pembangunan tower berkapasitas raksasa, pelaksanaan pekerjaan pembangunannya tidak transparan.

Sebab, kontraktor pekerjaan tidak memasang plang proyek yang menyebutkan nilai anggaran, jenis pekerjaan, dan sumber anggaran pembangunan proyek tower raksasa itu. warga sekitar lokasi pekerjaan di Desa Kemukus Ketapang, mengaku sangat kesal dengan pembangunan tower karena tak sesuai bestek dan tak transparan itu. Warga sekitar lokasi proyek yang tak mau disebutkan namanya itu  mengaku sudah mencoba melaporkan keluhannya tersebut ke pihak terkait di Balai Besar, Bapak Ruslan, yang diduga sebagai pengawas pekerjaan proyek.

Namun, pihak yang dihubungi sebagai pengawas pekerjaan proyek raksasa itu, seperti tak peduli dengan keluhan yang dilaporkan warga. Bahkan, pihak terkait yang dihubungi itu  malah melemparkan keluhan warga untuk menghubungi pihak lain. Pihak lain yg  dimaksud Pak Ruslan tersebut, adalah sebagai koordinator pekerjaan proyek di wilayah Lampung Selatan.

Sayangnya, Ruslan hanya memberitahu nomor telponnya saja tanpa menyebutkan namanya. “Tapi, saat dihubungi telpon yang di dapat dari bapak Ruslan itu, nomornya tidak aktif,” sebut warga sekitar lokasi proyek tower raksasa ke media ini, melalui pesan singkat whass up,  Minggu (22/9).

Menurut warga, pekerjaan proyek, berupa pembangunan tower raksasa itu diperkirakan baru berjalan selama dua bulan saja. “Dan, dilihat dari capaian pekerjaan, baru mencapai 40% saja. Tapi, untuk  pelaksanaan pekerjaan sudah banyak ketidak beresan. Diantaranya,  tidak adanya plang proyek. Juga, bahan bangunan yang digunakan, seperti besi dan pipa tak sesuai bestek atau petunjuk pekerjaan. Ini pekerjaan jelas asal jadi,” keluh warga seraya mengatakan, apalagi pengawas pekerjaan yang selalu menghindar jika dilaporkan terkait pelaksanaan pekerjaan itu.  Ke media ini, warga mengaku akan  terus memantau pekerjaan itu.

Baca Juga :  Baru Isi Bahan Bakar, Avanza Meledak di SPBU

“Bahkan, pekerjaan sejenis itu di Lamsel dilaksanakan di tiga kecamatan dengan jumlah semuanya ada 5 titik proyek. Yakni, untuk di Sragi ada dua titik proyek, untuk di Penengahan ada dua titik, dan untuk di Ketapang ada satu titik,” tambah warga tampak kesal.

(Mad)