KATIBUNG – Para pengunjung Pantai Sebalang merasa kecewa ketika memasuki tempat wisata yang dikenal dengan pesona pasir putih, sunset dan cafe, Minggu (10/7/2022).
Pasalnya, saat para pengunjung masuk baik yang menggunakan kendaraan mobil dan motor diminta bayar tiket dengan hitung kepala sebesar Rp 20.000 / Perkepala. Bahkan jika pengunjung enggan membayar para oknum yang di ketahui para preman tersebut tidak segan memarahi para pengunjung.
Chaidir (42) warga Bandar Lampung mengatakan sungguh kecewa saat memasuki Pantai Sebalang karena biasanya ia dan teman teman berkunjung ke pantai tersebut memang di gratiskan (Free) tetapi sekarang kami dipaksa untuk membayar tiket dengan hitungan per kepala yang berada di dalam kendaraan.
“Kalau seperti ini kami tidak mau lagi datang berwisata ke Pantai Sebalang karena terlalu banyak biaya yang di keluarkan, sudah uang masuk di minta, belum lagi parkir, dan tempat duduk pondokan juga bayar, kalau begini mending ke pantai yang lain aja lebih hemat biaya,”ujar Chaidir dengan penuh kecewa.
Sementara para pemilik pondokan salah satunya Neni (45) saat di wawancarai mengaku sangat kecewa dengan ulah para sekelompok orang yang tidak jelas identitasnya.
Bagaimana tidak mereka mengaku pengelola pantai dan mewajibkan setiap pengunjung yang masuk membayar tiket. Padahal kita tahu siapa saja pengunjung yang masuk di gratiskan.
“Kalau begini kami merugi pak, karena dampaknya pondokan kami sepi pengunjung karena para pengunjung di mintai bayar tiket masuk. Pelanggan saya aja dari Palembang satu bus tidak jadi masuk karena di minta bayar mahal padahal sopir sudah minta pengertian untuk membayar Rp 750.000 walaupun mereka tahu jika masuknya gratis. Akhirnya pelanggan saya tidak jadi masuk kan akhirnya kami pemilik pondokan yang di rugikan,”cerita Neni.

Neni juga mengungkapkan bahwa sebelumnya para pemilik pondokan, pemilik warung dan cafe sudah 3 kali demo dengan adanya sekelompok orang yang terkesan preman meminta tiket masuk para pengunjung. Tapi setelah di demo tidak ada lagi pengunjung yang bayar. Anehnya berapa hari kemudian para pengunjung diminta lagi.
‘Belum lama ini aja ada pengunjung yang masuk tidak bayar di kejar kejar sama sekelompok preman itu, tapi sayang memang pak di sini tidak ada Polisi yang berjaga,”terangnya. (Red)
