METRO – Persoalan banjir, kerusakan jalan, buruknya sistem drainase, hingga perilaku membuang sampah sembarangan masih menjadi keluhan utama masyarakat Kota Metro. Persoalan tersebut mencuat dalam agenda reses konstituen Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, Selasa (12/05/2026).
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan infrastruktur dan lingkungan yang dinilai membutuhkan penanganan serius, terutama di kawasan sekitar pasar yang menjadi salah satu pusat aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Ria mengatakan, persoalan banjir menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan warga. Kondisi drainase yang tidak mampu menampung debit air saat hujan deras dinilai menjadi salah satu faktor yang memperparah genangan.
“Tadi sudah sama-sama kita dengar, intinya warga mengeluhkan terkait banjir. Ini memang jadi kendala karena posisi kita menerima air kiriman dari atas, dari jalan pasar itu turun ke bawah,” ujar Ria saat diwawancarai usai kegiatan reses.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kapasitas drainase. Material lumpur yang terbawa aliran air dari wilayah yang lebih tinggi juga kerap mengendap dan menyumbat saluran.
Pembersihan dan pengangkatan endapan, kata Ria, telah berulang kali dilakukan. Namun, tingginya intensitas hujan membuat persoalan tersebut kembali muncul sehingga membutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh.
Sampah Memperparah Persoalan Drainase
Selain infrastruktur, persoalan sampah menjadi perhatian serius. Ria menyebut tumpukan sampah yang masuk ke saluran irigasi berpotensi menghambat aliran air dan memperbesar risiko banjir ketika hujan deras.
“Ia menilai persoalan tersebut tidak hanya disebabkan oleh perilaku warga sekitar. Tingginya aktivitas masyarakat di kawasan pasar membuat sampah juga berpotensi berasal dari pengguna jalan maupun pengunjung pasar dari luar wilayah.
“Sampah ini berdampak pada irigasi, akhirnya menumpuk dan kalau hujan banjir ke mana-mana. Padahal warga di sini sering melakukan bersih-bersih mandiri,” jelasnya.
Menurut Ria, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan persoalan banjir dan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi saluran air, khususnya di kawasan dengan mobilitas tinggi.
“Ia pun mengajak masyarakat, untuk terus saling mengingatkan agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Saya sampaikan, ayo kita kerja sama. Masyarakat tolong sosialisasikan, jangan buang sampah sembarangan karena dampaknya kembali ke kita sendiri. Mari kita bersama-sama menjaga, apalagi ini di jantung kota yang mobilitasnya sangat tinggi setiap jamnya,” tegas Ria.
Aspirasi Dibawa ke Pembahasan Anggaran
Ria memastikan aspirasi warga terkait persoalan infrastruktur tidak berhenti pada forum reses. Usulan teknis mengenai perbaikan jalan dan normalisasi drainase tersier akan dibawa ke pembahasan lebih lanjut, termasuk dalam proses penganggaran.
Ia berharap persoalan yang selama ini berulang dapat memperoleh penanganan dari organisasi perangkat daerah terkait, sehingga dampaknya terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.
Reses tersebut sekaligus menjadi ruang bagi DPRD untuk menghimpun persoalan konkret di lapangan dan mengawalnya dalam pembahasan kebijakan serta anggaran daerah. (ADV)








