Wali Kota Metro Melayat Korban Penembakan, Ingatkan Bahaya Pinjaman Ilegal dan Rentenir

RAKYATNEWS.CO.ID, METRO — Peristiwa penembakan maut yang menewaskan seorang warga di Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kota Metro. Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, mendatangi rumah duka korban pada Minggu (24/5/2026) sebagai bentuk empati sekaligus menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap praktik pinjaman ilegal dan rentenir.

Didampingi Ketua TP PKK Kota Metro, Bambang melayat ke rumah duka almarhum Dedi Kristian Agung, warga Jalan Fajar Asri RW 05, Kelurahan Ganjar Asri, yang meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan pada Sabtu malam (23/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Suasana haru menyelimuti rumah duka. Tangis keluarga pecah saat Wali Kota menyampaikan belasungkawa kepada istri dan anak-anak korban yang masih kecil.

Kedatangan orang nomor satu di Kota Metro itu disebut sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Metro, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa almarhum Bapak Dedi Kristian Agung. Kami hadir untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga dan memastikan pemerintah turut memberikan perhatian kepada warga yang sedang berduka,” ujar Bambang.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat kepolisian agar kasus tersebut dapat diungkap secara objektif dan tuntas.

Selain menyampaikan belasungkawa, Bambang turut mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas pinjam-meminjam, terutama kepada pihak atau lembaga yang legalitasnya tidak jelas.

Menurutnya, peristiwa tragis yang terjadi menjadi pelajaran penting bagi masyarakat terkait risiko sosial maupun keamanan yang dapat timbul akibat persoalan utang dengan pihak yang tidak resmi.

Baca Juga :  Awas...Lubang Menganga Di Jalan Ryacudu

“Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih bijak dan berhati-hati dalam urusan pembiayaan maupun pinjaman. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan lembaga keuangan yang memiliki izin resmi dan mengedepankan penyelesaian persoalan secara baik serta sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Pemerintah Kota Metro, lanjut Bambang, juga akan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pihak terkait guna menjaga situasi tetap kondusif pascakejadian.

Sementara itu, Lurah Ganjar Asri, Ruben Nugroho, menjelaskan berdasarkan informasi awal dari kepolisian, peristiwa penembakan diduga bermula dari persoalan utang-piutang antara korban dan pelaku.

Menurut Ruben, saat kejadian korban sedang menjalankan usaha UMKM bersama istri dan anaknya ketika pelaku datang untuk melakukan penagihan.

“Informasi yang kami terima sementara dari aparat penegak hukum, peristiwa ini berawal dari persoalan hutang-piutang yang kemudian berkembang menjadi perselisihan di lokasi kejadian. Saat ini seluruh proses pendalaman dan penanganan berada di bawah kewenangan kepolisian,” ujar Ruben.

Ia menambahkan, pemerintah tidak dapat membatasi masyarakat dalam memilih sumber pembiayaan. Namun masyarakat diminta lebih selektif dan memahami risiko apabila menggunakan jasa pinjaman yang tidak memiliki izin maupun mekanisme yang jelas.

“Risiko yang ditimbulkan tidak hanya berkaitan dengan beban bunga, tetapi juga potensi tekanan, intimidasi, maupun persoalan lain yang dapat berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi keluarga,” tambahnya.

Hingga kini aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan serta mendalami motif dan asal senjata api yang digunakan dalam kejadian tersebut.

Editor: Sonny