METRO — Suasana Gerai McDonald’s Metro di Jalan AH Nasution, Minggu (21/6/2026), berbeda dari hari biasanya. Puluhan warga yang datang sejak pagi tidak sekadar menikmati hidangan cepat saji. Mereka rela mengantre untuk mengikuti aksi kemanusiaan: mendonorkan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gebyar Donor Darah yang digelar Pemerintah Kota Metro bersama PSMTI Kota Metro, PMI Kota Metro, TNI, dan Polres Metro. Agenda kemanusiaan itu diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Kota Metro ke-89 sekaligus HUT Polri ke-80.
Antusiasme warga terlihat sejak proses registrasi hingga pemeriksaan kesehatan. Peserta dari berbagai kalangan secara sukarela menyisihkan waktu untuk mendonorkan darah, sebuah tindakan sederhana yang dapat memiliki arti besar bagi pasien yang membutuhkan transfusi.
Di tengah kegiatan, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso hadir meninjau langsung pelaksanaan donor darah. Ia menyempatkan diri melihat proses pelayanan sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat yang berpartisipasi.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Wakil Wali Kota Metro M. Rafieq Adi Pradana. Bersama sang istri, Rafieq turut menjadi pendonor sebagai bentuk partisipasi langsung dalam gerakan kemanusiaan tersebut.
Bambang mengatakan, donor darah merupakan bentuk kepedulian sosial yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Hari ini kita melihat bagaimana masyarakat Metro dengan sukarela datang untuk membantu sesama. Ini adalah bentuk kepedulian yang luar biasa. Setetes darah yang didonorkan dapat menjadi harapan dan penyelamat bagi mereka yang sedang berjuang mendapatkan kesembuhan,” ujarnya.

Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan masih kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan di Kota Metro.
“Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, PMI, TNI, hingga Polri.
“Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Semangat berbagi yang ditunjukkan masyarakat hari ini menjadi energi positif untuk membangun Kota Metro yang semakin peduli, sehat, dan harmonis,” katanya.
Bambang berharap kegiatan donor darah tidak berhenti sebagai agenda seremonial dalam momentum peringatan hari besar. Ia mendorong agar kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup. Selain bermanfaat bagi kesehatan pendonor, kegiatan ini juga membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi warga yang membutuhkan. Inilah semangat kebersamaan yang ingin terus kita bangun di Kota Metro,” ungkapnya.
Salah seorang pendonor, Yuli (40), mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Saya senang bisa ikut donor darah hari ini. Walaupun kita tidak tahu siapa yang menerima darah yang kita donorkan, setetes darah itu bisa menjadi penyelamat bagi orang lain. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Gebyar Donor Darah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa momentum peringatan hari jadi daerah dan institusi dapat diisi dengan kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Di balik satu kantong darah yang terkumpul, ada peluang bagi pasien untuk mendapatkan transfusi saat membutuhkan. Dari aksi sukarela warga itulah pesan kemanusiaan kembali ditegaskan: kepedulian tidak selalu membutuhkan langkah besar. Terkadang, cukup dengan menyisihkan waktu dan mendonorkan darah, seseorang telah ikut memberi harapan bagi kehidupan orang lain. (ADV)








