METRO — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Drs. Ahmad Hariyanto, M.M., menegaskan pentingnya transformasi pelayanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi semakin mengedepankan pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Ahmad Hariyanto saat memimpin apel mingguan Pemerintah Kota Metro yang diikuti jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Metro.
Menurutnya, perubahan paradigma pembangunan kesehatan menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut, kata dia, salah satunya mengemuka dari audiensi strategis jajaran manajemen RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
“Ke depan fokus utama pembangunan kesehatan tidak lagi hanya pada pengobatan masyarakat yang sakit, tetapi lebih mengedepankan upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat. Kita ingin masyarakat Kota Metro tidak hanya mendapatkan pelayanan terbaik saat sakit, tetapi juga mampu menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit,” ujar Ahmad Hariyanto.
Pelayanan Publik Tak Boleh Menurun
Di tengah kondisi fiskal pemerintah yang masih menghadapi berbagai tantangan, Sekda menegaskan kualitas pelayanan publik, khususnya sektor kesehatan, harus tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Ahmad Hariyanto mengungkapkan, hasil kunjungannya ke sejumlah rumah sakit menunjukkan adanya perkembangan positif yang perlu terus diperkuat, terutama dalam aspek tata kelola dan manajemen pelayanan.
“Ia meminta seluruh perangkat daerah tidak berhenti melakukan evaluasi dan pembenahan meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
“Dalam situasi yang kritis sekalipun jangan hanya diam. Harus ada kebijakan dan inovasi yang dilakukan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, keterbatasan fiskal justru harus mendorong pemerintah daerah untuk bekerja lebih kreatif, efisien, dan tepat sasaran. Setiap perangkat daerah dituntut membangun budaya introspeksi sehingga berbagai persoalan pelayanan dapat segera diidentifikasi dan diperbaiki.
Dalam transformasi sektor kesehatan, Ahmad Hariyanto menekankan sejumlah pilar yang harus menjadi perhatian bersama.
Pertama, tenaga kesehatan harus mampu menjadi teladan dalam menerapkan pola hidup sehat. Kedua, edukasi dan promosi kesehatan harus diperkuat hingga tingkat komunitas sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi memiliki kesadaran untuk mencegah penyakit.
Ketiga, pemanfaatan teknologi digital perlu terus dikembangkan sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat dan pencegahan penyakit.
“Pelayanan kesehatan harus kita dorong tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif dan promotif. Masyarakat harus semakin memahami bahwa menjaga kesehatan jauh lebih penting daripada menunggu sakit kemudian berobat,” jelasnya.
RSUD Ahmad Yani Diminta Terus Bertransformasi
Transformasi tersebut juga diarahkan pada RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro. Ahmad Hariyanto meminta peningkatan pelayanan tidak berhenti pada aspek pencegahan dan promosi kesehatan, tetapi tetap dibarengi penguatan layanan kuratif dan rehabilitatif.
“Ia menekankan pentingnya pelayanan yang semakin efisien, cepat, ramah, serta ditopang pemanfaatan teknologi medis modern. Dalam konteks efisiensi anggaran, Sekda mengingatkan seluruh jajaran agar tidak keliru memahami makna efisiensi.
“Efisiensi anggaran bukan berarti efisiensi aksi. Dana boleh terbatas, tetapi dedikasi tidak boleh berkurang. Efisiensi berarti menggunakan sumber daya secara cerdas, menghindari pemborosan listrik, alat tulis kantor, maupun fasilitas lainnya. Namun pelayanan kepada pasien, keramahan, dan kepedulian tidak boleh dikurangi,” pesannya.
Penegasan tersebut menjadi pesan penting bagi seluruh aparatur agar penghematan anggaran tidak diterjemahkan sebagai alasan untuk menurunkan standar pelayanan kepada masyarakat.
Targetkan RSUD Ahmad Yani Jadi Pelopor
Mengakhiri amanatnya, Ahmad Hariyanto optimistis RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro dapat mengambil peran sebagai salah satu pelopor transformasi pelayanan kesehatan di Provinsi Lampung.
Menurutnya, capaian tersebut membutuhkan sinergi antara rumah sakit, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, ASN, dan masyarakat. Transformasi kesehatan tidak dapat berjalan hanya melalui kebijakan internal pemerintah, tetapi harus dibangun melalui keterlibatan seluruh elemen.
“Ia pun mengajak seluruh ASN menjadikan apel mingguan bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang untuk memperkuat disiplin, kekompakan, semangat pengabdian, sekaligus mengevaluasi kualitas pelayanan publik.
“Terima kasih atas dedikasi dan kerja keras seluruh jajaran. Mari terus menjaga kesehatan, memperkuat kekompakan, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Metro,” tutupnya. (ADV)








