Akibat Harga Sagu Tinggi, Pengusaha Kerupuk Omsetnya Turun

RAKYATNEWS.CO.ID, KOTABUMI – Pengusaha Kerupuk keluhkan omset penjualan dalam beberapa bulan terakhir ini, hal tersebut selain karena kenaikan sagu, konsumen juga lagi sepi.

Menurut Dedi Supriadi pengusaha kerupuk di Kelurahan Rejosari, saat ditemui, Jum’at 21/06/2019, dia (Dedi) berharap agar pemerintah dapat menurunkan harga sagu, pasalnya sagu tersebut salah satu bahan pokok dalam pembuatan kerupuk yang telah ditekuninya.

Sebelumnya harga sagu Rp14,5 ribu dalam per sak nya dengan berat 25 Kilo Gram (Kg), sekarang sudah Rp 210 ribu per sak nya, jelasnya.

Selain harga sagu yang mengalami kenaikan, Konsumen peminat kerupuk juga lagi mengalami penurunan, keluhnya.

” Saya bingung Mas, jika saja saya naikan harganya, maka konsumen akan komplin, tetapi bila dikurangi jumlahnya konsumen pun akan mengalami penurunan,” tambahnya.

Lebih lanjut Dedi berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi penurunan harga sagu dengan memberikan subsidi, hal itu demi kelangsungan usaha yang telah dia (Dedi) tekuni selama ini.

Karena tanpa bantuan dari pemerintah tentunya pengusaha Kerupuk akan banyak yang gulung tikar, karena bagaimana mau menggaji pekerja, untuk menutupi pengeluaran sehari – hari saja, terkadang mines, “pungkasnya.

(Dam)