RAKYATNEWS.CO.ID, METRO – Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, mengajak siswa, guru, dan orang tua murid SD Negeri 6 Metro Utara, Kelurahan Karangrejo, untuk membangun budaya memilah dan mengelola sampah sejak dini melalui program bank sampah di lingkungan sekolah.
Ajakan tersebut disampaikan Rafieq saat mengunjungi SDN 6 Metro Utara bersama perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Metro dalam menanamkan kesadaran lingkungan sekaligus membentuk kebiasaan positif bagi generasi muda.
Dalam sambutannya, Rafieq menekankan bahwa sampah yang masih memiliki nilai ekonomis, seperti botol plastik, gelas plastik, kardus, dan kaleng, sebaiknya dipilah untuk disetorkan ke bank sampah.
Hasil penjualan sampah tersebut nantinya dapat ditabung dan dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan maupun mendukung kegiatan sekolah.
“Bapak ingin mengajak seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, anak-anak, hingga orang tua, untuk menanamkan budaya mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis. Sampah itu nanti ditimbang di bank sampah sesuai jenisnya, kemudian hasilnya kita tabung di sekolah,” ujar Rafieq.
Menurutnya, meskipun nilai uang yang diperoleh dari penjualan sampah tidak besar, jika dilakukan secara rutin dan dikumpulkan sedikit demi sedikit, hasilnya dapat memberikan manfaat bagi sekolah.
Tabungan tersebut dapat digunakan sebagai tambahan biaya kegiatan sekolah, kegiatan siswa, maupun kebutuhan lain yang menunjang proses pendidikan.
Rafieq juga mengingatkan para siswa agar tidak hanya membiasakan diri memilah sampah di sekolah, tetapi menerapkan kebiasaan yang sama di rumah dan lingkungan tempat tinggal.
Ia berharap, ketika melihat sampah berserakan, anak-anak memiliki kesadaran untuk mengambil dan membuangnya pada tempat yang semestinya. Jika memungkinkan, sampah tersebut dapat dipilah untuk disetorkan ke bank sampah.
“Harapan Bapak, di mana pun anak-anak nanti melanjutkan sekolah, baik di SMP, SMA, maupun perguruan tinggi, ketika melihat sampah, yang muncul dalam pikiran adalah bagaimana sampah itu harus diambil, dipilah, dan dibuang pada tempatnya,” katanya.
Ia menegaskan, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan harus dibangun melalui kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar dilakukan ketika ada kegiatan tertentu.
Selain mendorong pengelolaan sampah, Rafieq juga menyampaikan bahwa kunjungan ke sekolah-sekolah dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sarana dan prasarana pendidikan serta mencatat hal-hal yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
Menurutnya, apabila ditemukan fasilitas atau kondisi sekolah yang membutuhkan perbaikan, hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan untuk ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
Dalam kesempatan itu, Rafieq turut menyapa para orang tua murid dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan masukan terkait kondisi sekolah.
Ia mengapresiasi kekompakan pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anak.
Rafieq juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran pengelolaan sampah di Kelurahan Karangrejo. Menurutnya, wilayah tersebut menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pembenahan pengelolaan sampah di Kota Metro.
Karena itu, ia menilai penanaman budaya memilah sampah sejak lingkungan sekolah merupakan langkah awal yang strategis untuk membangun kesadaran masyarakat secara lebih luas.
Ia berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan, meskipun dirinya tidak selalu hadir secara langsung untuk memantau pelaksanaannya.
“Walaupun nanti Bapak tidak datang ke sini, saya berharap kegiatan ini terus berjalan dan tetap kita pantau. Budaya memilah dan membuang sampah harus benar-benar tertanam di hati dan pikiran anak-anak kita,” tegasnya.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Metro berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Dengan keterlibatan siswa, guru, orang tua, serta dukungan pemerintah, pengelolaan sampah diharapkan dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan berkembang menjadi kebiasaan masyarakat dalam mewujudkan Kota Metro yang lebih bersih dan sehat.
Redaksi: Sonny








