Tekab 308 Bekuk Spesialis Jambret

Tekab 308 Bekuk Spesialis Jambret (Foto Adi)

Tekab 308 Polresta Bandarlampung mengungkap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan spesialis Jambret nasabah ATM yang meresahkan masyarakat kota Bandarlampung, Minggu (16/9) malam, saat sedang menemui anak dan istrinya.

Pelaku adalah Rohimi (26) warga Hanura Pesawaran ini sempat akan melarikan diri dan melakukan perlawanan saat akan ditangkap oleh petugas dirumanya. Petugas yang tak mau hilang buruannya memberikan tembakan untuk melumpuhkan pelaku.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, Pelaku merupakan Komplotan yang beraksi merampas nasabah atm yang baru selesai mengambil uang, pelaku tidak sendiri, pelaku melakukan aksinya bersama 3 rekannya.

“Pelaku melakukan aksinya bertempat dengan kawan-kawannya, setiap beraksi selalu berkelompok, pelaku merupakan otak dan eksekutor dilapangan,, pelaku kita tembak karena melarikan diri dan melakukan perlawanan,” Ujar Harto, Senin (17/9).

Harto menambahkan, modus yang dilakukan komplotan ini dengan mengintai nasabah atm yang sedang mengambil uang, lalu rekannya mengikuti korban dan memperlambat korban. Ketiga rekannya iyalah RN sudah di vonis, sementara My dan FD masih dalam pengejaran petugas.

“Setelah dirasa aman, dan korban berada di tempat yang sepi, pelaku langsung memepet korban dan mengambil paksa tas korban yang berisi uang,” terang Harto.

Pelaku merupakan residivis kasus yang sama, dan sudah dihukum selama 1 tahun, dari pengakuan pelaku sudah melakukan aksinya di Bandarlampung sudah 10 kali, dan pelaku sempat melarikan diri ke pulau Jawa membawa uang hasil kejahatannya.

“Kita masih kembangkan juga apakah pelaku selama di pulau Jawa pernah melakukan aksinya pelaku ditangkap usai melakukan aksi terakhirnya di Jalan Juanda Enggal yang menjambret tas seorang wanita dan mengambil handphone korban,” ungkap Harto.

Sementara itu pelaku Rohimi mengatakan, dirinya sempat mendapatkan rampasan dari korban sebesar 50 juta, dan di bagi kepada rekannya.

Baca Juga :  Pihak Manajemen Rumah Sakit Asy Syfa Dayamurni Di Laporkan Warga Dugaan Malpraktek

“Saya dapet 20 juta, kawan saya 10 juta masing-masing, uangnya saya kasih untuk kebutuhan anak istri, dan sisanya saya pakai buat berfoya-foya dan minum-minum,” akunya sambil meringkus menahan sakit. (Ard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *