Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 18 Berlanjut, Tim Penyelam Dislambair TNI AL Upayakan Hasil Maksimal Pencarian

Jakarta, RakyatNews
Kepala Dinas Penyelamatan Bawah Air (Kadislambair) Koarmada I, Kolonel Laut (T) Wahyudin Arif menyatakan kesiapan Dislambair dalam perpanjangan kedua Operasi SAR Gabungan yang digelar Basarnas dalam upaya pencarian objek SAR Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Selasa (19/1/2021).

Hal ini dikatakan setelah pernyataan resmi dari Basarnas mengenai perpanjangan Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 resmi diperpangjang sampai dengan tiga hari berikutnya, Kamis (21/1/2021). Operasi SAR Gabungan Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC Itu sendiri dimulai pada Sabtu (9/1/21) pekan lalu di Perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, lokasi jatuhnya pesawat.

“Penyelam Dislambair yang tergabung dalam Tim Gabungan SAR TNI AL bersama Denjaka, Kopaska dan Taifib bahu membahu melakukan penyelaman guna mendapatkan objek pencarian melalui penyelaman dengan seefektif mungkin” kata Kadislambair

“Pada pencarian hari kesebelas ini, Tim Penyelam Dislambair sudah berkoordinasi dengan tim penyelam lainnya untuk pemembagian sektor penyelaman guna mendapatkan hasil yang maksimal pada hari ini. semoga saja hari ini arus dibawah juga bersahabat sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal menemukan dan mengevakuasi objek pencarian” ujarnya

Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M selaku penanggungjawab Tim SAR Gabungan TNI AL dalam keterangannya mengatakan “pada perpanjangan kedua Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 hingga Kamis (21/1/2021) nanti, Tim Gabungan SAR TNI AL terus memantau perkembangan kondisi penyelam di lapangan, guna memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan untuk para Penyelam. Tim SAR Gabungan TNI AL dari mulai Operasi SAR SJ182 berjalan, selain Unsur KRI, penyelam dan personel pendukung, juga mengerahkan Mobile Diving Chamber (MDC)” paparnya

Baca Juga :  Mendagri sebut perusak legitimasi KPU sebagai penjahat politik

“Ada dua titik Mobile Diving Chamber (MDC) yang disiapkan, satu di KRI Semarang-594 dan satunya di Posal Tanjung Kait, Tanggerang yang merupakan akses daratan yang dekat dengan lokasi pencarian. Mobile Diving Chamber (MDC) ini mendampingi para personel untuk memberikan support serta dukungan moril. Jadi penyelam secara psikologis lebih tenang, kalau terjadi dekompresi mereka bisa ditangani secara cepat” Pungkas Pangkoarmada I

Pada Operasi SAR Gabungan Sriwijaya Air SJ 182, penyelam Dislambair tercatat berhasil mengevakuasi objek pencarian berupa body part (potongan jenazah), serpihan pesawat dan mengevakuasi objek pencarian yang dianggap penting yakni Flight Data Recorder (FDR) atau bagian kotak hitam pesawat Sriwijaya Sj 182 yang telah diserahkan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahyanto, S.I.P. kepada Basarnas untuk diteruskan ke KNKT di Dermaga JICT, Jakarta pada Selasa (12/1/2021) lalu.

Objek Pencarian Korban dan serpihan pesawat serta Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merupakan bagian lain dari kotak hitam yang menyimpan isi percakapan di cockpit pada hari kesebelas ini masih menjadi objek pencarian Tim SAR TNI AL yang tergabung dalam Operasi Gabungan SAR SJ 182 yang digelar oleh Basarnas.

Diketahui sebelumnya, TNI AL yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan tengah melakukan pencarian korban pesawat jenis Boeing 737-500 Sriwijaya Air. Pesawat yang membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pekan lalu. SJ 182 dilaporkan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki. SJ 18 Berlanjut, Tim Penyelam Dislambair TNI AL Upayakan Hasil Maksimal Pencarian

Baca Juga :  Prajurit TNI bangun hunian sementara korban tsunami

Kepala Dinas Penyelamatan Bawah Air (Kadislambair) Koarmada I, Kolonel Laut (T) Wahyudin Arif menyatakan kesiapan Dislambair dalam perpanjangan kedua Operasi SAR Gabungan yang digelar Basarnas dalam upaya pencarian objek SAR Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Selasa (19/1/2021).

Hal ini dikatakan setelah pernyataan resmi dari Basarnas mengenai perpanjangan Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 resmi diperpangjang sampai dengan tiga hari berikutnya, Kamis (21/1/2021). Operasi SAR Gabungan Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC Itu sendiri dimulai pada Sabtu (9/1/21) pekan lalu di Perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, lokasi jatuhnya pesawat.

“Penyelam Dislambair yang tergabung dalam Tim Gabungan SAR TNI AL bersama Denjaka, Kopaska dan Taifib bahu membahu melakukan penyelaman guna mendapatkan objek pencarian melalui penyelaman dengan seefektif mungkin” kata Kadislambair

“Pada pencarian hari kesebelas ini, Tim Penyelam Dislambair sudah berkoordinasi dengan tim penyelam lainnya untuk pemembagian sektor penyelaman guna mendapatkan hasil yang maksimal pada hari ini. semoga saja hari ini arus dibawah juga bersahabat sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal menemukan dan mengevakuasi objek pencarian” ujarnya

Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M selaku penanggungjawab Tim SAR Gabungan TNI AL dalam keterangannya mengatakan “pada perpanjangan kedua Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 hingga Kamis (21/1/2021) nanti, Tim Gabungan SAR TNI AL terus memantau perkembangan kondisi penyelam di lapangan, guna memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan untuk para Penyelam. Tim SAR Gabungan TNI AL dari mulai Operasi SAR SJ182 berjalan, selain Unsur KRI, penyelam dan personel pendukung, juga mengerahkan Mobile Diving Chamber (MDC)” paparnya

Baca Juga :  Pertama Kalinya Sprint Rally Race 2019 Aceh Timur Diadakan

“Ada dua titik Mobile Diving Chamber (MDC) yang disiapkan, satu di KRI Semarang-594 dan satunya di Posal Tanjung Kait, Tanggerang yang merupakan akses daratan yang dekat dengan lokasi pencarian. Mobile Diving Chamber (MDC) ini mendampingi para personel untuk memberikan support serta dukungan moril. Jadi penyelam secara psikologis lebih tenang, kalau terjadi dekompresi mereka bisa ditangani secara cepat” Pungkas Pangkoarmada I

Pada Operasi SAR Gabungan Sriwijaya Air SJ 182, penyelam Dislambair tercatat berhasil mengevakuasi objek pencarian berupa body part (potongan jenazah), serpihan pesawat dan mengevakuasi objek pencarian yang dianggap penting yakni Flight Data Recorder (FDR) atau bagian kotak hitam pesawat Sriwijaya Sj 182 yang telah diserahkan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahyanto, S.I.P. kepada Basarnas untuk diteruskan ke KNKT di Dermaga JICT, Jakarta pada Selasa (12/1/2021) lalu.

Objek Pencarian Korban dan serpihan pesawat serta Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merupakan bagian lain dari kotak hitam yang menyimpan isi percakapan di cockpit pada hari kesebelas ini masih menjadi objek pencarian Tim SAR TNI AL yang tergabung dalam Operasi Gabungan SAR SJ 182 yang digelar oleh Basarnas.

Diketahui sebelumnya, TNI AL yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan tengah melakukan pencarian korban pesawat jenis Boeing 737-500 Sriwijaya Air. Pesawat yang membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pekan lalu. SJ 182 dilaporkan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.(har)