RAKYAT NEWS
Menyuarakan Suara Rakyat

Cegah Banjir, Rafieq Ajak Warga Metro Hidupkan Kembali Gotong Royong Bersihkan Drainase

RAKYATNEWS.CO.ID, METRO – Mencegah banjir tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, memastikan saluran air tidak tersumbat, hingga membiasakan gotong royong menjadi langkah penting untuk melindungi kawasan permukiman dari ancaman banjir saat musim penghujan.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, saat berkunjung ke SDN 5 Metro Utara, Selasa (3/11/2026). Ia mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan masing-masing.

Menurut Rafieq, musim penghujan yang dinantikan masyarakat harus disambut dengan kesiapsiagaan. Jangan sampai hujan yang membawa harapan bagi kehidupan justru menimbulkan persoalan akibat sampah yang menumpuk dan saluran air yang tidak terawat.

“Musim hujan harus kita sambut dengan kesiapan. Jangan sampai karena sampah dan saluran air yang tersumbat, hujan justru menjadi penyebab banjir di lingkungan kita,” ujar Rafieq.

Ia menilai, upaya mencegah banjir sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah dan lingkungan sekitar. Mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah, memanfaatkan bank sampah, hingga bersama-sama membersihkan gorong-gorong dan drainase.

Rafieq berharap kesadaran tersebut tumbuh di tengah masyarakat, sehingga persoalan banjir dapat dicegah sejak dini, bukan baru ditangani setelah genangan terjadi.

“Harapannya, apabila masyarakat bisa membuang dan memilah sampah dengan baik, potensi bencana banjir di lingkungan masing-masing dapat berkurang,” ungkapnya.

Selain mengajak masyarakat, Rafieq juga meminta seluruh aparatur pemerintahan hingga tingkat kelurahan dan pamong untuk aktif menggerakkan kegiatan gotong royong.

Menurutnya, saluran air yang bersih dan lancar merupakan salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko genangan, terutama ketika curah hujan meningkat.

“Bersama seluruh pamong, kita pastikan setiap lingkungan segera melakukan pembersihan gorong-gorong maupun saluran air agar dapat mencegah hal-hal buruk terjadi di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Purwoasri, Joni Ismail, mengatakan pihaknya telah menggalakkan kegiatan gotong royong secara rutin setiap hari Minggu di masing-masing rukun warga (RW).

Kegiatan tersebut difokuskan pada pembersihan drainase, pengangkatan sedimentasi lumpur, serta pembenahan saluran air agar aliran air tetap lancar saat hujan turun.

Menurut Joni, gerakan tersebut telah dimulai sejak September 2026 sebagai bentuk kesiapan Kelurahan Purwoasri menghadapi musim penghujan.

“Alhamdulillah, untuk Kelurahan Purwoasri, setiap hari Minggu di masing-masing RW sudah kita galakkan gotong royong membersihkan drainase dan mengangkat lumpur. Karena mendekati musim penghujan, kegiatan ini sudah kita mulai sejak September kemarin,” jelasnya.

Ia berharap, kegiatan rutin tersebut dapat meminimalkan risiko genangan maupun banjir di wilayah Purwoasri. Joni juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang dinilainya cukup tinggi, termasuk dukungan berbagai paguyuban yang turut terlibat menjaga kebersihan lingkungan.

Tak hanya mengandalkan kegiatan gotong royong, Kelurahan Purwoasri juga memiliki bank sampah bernama Mesra Nusa Asri Jaya. Keberadaan bank sampah ini menjadi salah satu upaya mengajak masyarakat mengelola sampah secara lebih bijak, sekaligus memberikan nilai manfaat dari sampah yang masih dapat didaur ulang.

Melalui gerakan tersebut, Pemkot Metro berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya muncul ketika musim penghujan tiba, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, lingkungan yang bersih bukan sekadar persoalan keindahan, melainkan juga menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga. Dengan saluran air yang terawat, sampah yang terkelola, serta semangat gotong royong yang terus tumbuh, risiko banjir di Kota Metro diharapkan dapat ditekan bersama.(*)