RAKYATNEWS.CO.ID,METRO – Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, menjadi pembina upacara di SD Negeri 4 Metro Utara, Senin (2/11/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat, diikuti 414 siswa-siswi bersama dewan guru.
Kunjungan orang nomor dua di Kota Metro tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan diri dengan lingkungan pendidikan, melihat secara langsung kondisi sekolah, sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan sejak dini.
Dalam amanatnya, Rafieq menyampaikan, bahwa kunjungan ke SD Negeri 4 Metro Utara merupakan bagian dari agenda berkeliling ke sejumlah sekolah di Kota Metro. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi sarana dan prasarana, proses belajar mengajar, serta kehidupan sekolah.
“Ia mengaku bangga, melihat kekompakan para siswa saat mengikuti upacara. Selain itu, kemampuan siswa dalam mengucapkan bahasa Lampung dan bahasa Inggris juga mendapat apresiasi.
“Bapak bangga sekali melihat siswa-siswi di sekolah ini. Upacaranya sangat kompak. Tadi Bapak juga mendengar pengucapan bahasa Lampung maupun bahasa Inggris yang sangat baik. Artinya, metode pembelajaran yang diterapkan di SD Negeri 4 ini berjalan dengan baik dan sukses,” ungkapnya.
Rafieq juga memberikan pesan khusus kepada para siswa, agar senantiasa menghormati dan tidak melupakan jasa para guru. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak terlepas dari peran dan pengabdian guru yang telah mendidik, membimbing, serta memberikan ilmu pengetahuan.
“Tidak ada orang sukses dan berhasil hari ini tanpa jasa para guru. Karena itu, Bapak berharap anak-anak jangan pernah melupakan jasa guru. Guru merupakan salah satu kunci kesuksesan kalian di masa depan,” tegasnya.
Tidak hanya memperkuat pendidikan karakter, dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Metro juga mengajak para siswa untuk membangun kebiasaan peduli lingkungan melalui gerakan memilah dan mengelola sampah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro dengan melibatkan program Bank Sampah.
Rafieq menjelaskan bahwa sampah tidak selamanya menjadi barang yang tidak berguna. Jika dipilah dan dikelola dengan benar, sampah seperti plastik, kertas, dan logam masih memiliki nilai ekonomi serta dapat dijual kembali.
“Selama ini kita berpikir sampah hanya dibuang ke tempat sampah. Padahal, kalau kita pilah dengan benar, sampah masih memiliki nilai jual. Daripada menumpuk di rumah atau dibuang begitu saja, lebih baik dikumpulkan dan disetorkan ke bank sampah. Hasilnya bisa menjadi uang untuk ditabung atau digunakan untuk kebutuhan lainnya,” jelasnya.
“Ia bahkan menceritakan pengalamannya saat mengunjungi sekolah lain. Dalam satu kesempatan, terdapat sekolah yang berhasil mengumpulkan sampah hingga 100 kilogram dengan nilai mencapai Rp120 ribu.
Melalui program tersebut, Rafieq berharap SD Negeri 4 Metro Utara dapat mengumpulkan sampah lebih banyak dan menjadi sekolah yang aktif dalam gerakan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.
“Ia juga mengajak para siswa untuk membawa barang-barang bekas yang masih dapat didaur ulang dari rumah untuk dikumpulkan dan disetorkan melalui Bank Sampah.
Menurutnya, kebiasaan memilah sampah memiliki banyak manfaat, mulai dari menciptakan lingkungan bersih dan sehat, mengurangi penumpukan sampah, hingga memberikan tambahan uang tabungan,” ujarnya.
Lebih lanjut Rafieq berharap, kegiatan edukasi pengelolaan sampah tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan secara rutin di lingkungan sekolah.
“Ia meminta agar pihak sekolah bersama Dinas Lingkungan Hidup dan pengelola Bank Sampah membangun pola kegiatan berkelanjutan, baik melalui pengumpulan sampah setiap minggu maupun setiap bulan, ” ujarnya.
Hasil penjualan sampah nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan positif di sekolah.
“Bapak berharap kegiatan ini tidak berhenti hari ini saja. Nanti bersama kepala sekolah kita coba rutinkan, bisa seminggu sekali atau sebulan sekali mengumpulkan sampah, kemudian disetorkan. Hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan positif di sekolah,” ujarnya.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kota Metro berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan demikian, para siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, menghargai jasa guru, dan memiliki kesadaran menjaga kebersihan lingkungan sejak usia dini. Pendidikan karakter dimulai dari sekolah, kepedulian lingkungan dimulai dari kebiasaan kecil,” tutup Rafieq. (*)








