Sebanyak 85 Siswa SMAN 1 Gedongtataan Masuk PTN Tanpa Tes

Foto Ilustrasi

RAKYATNEWS.CO.ID, PESAWARAN – Sebanyak 85 siswa lulusan SMA Negeri 1 Gedongtataan Kabupaten Pesawaran berhasil masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tanpa melalui tes.

Hal ini di terungkap saat menggelar rapat Komite sekolah, yang diadakan di aula sekolah setempat, Selasa (2/10/2018).

Kepala SMA Negeri 1 Gedongtataan, Mey Sriyani, mengatakan, ke-85 siswanya yang lulus pada tahun ajaran 2017-2018, berhasil masuk melalui jalur undangan di beberapa Universitas Negeri yang ada di Lampung.

Baca Juga :  Kejati Tekankan Kejari Lebih Maksimal Tangani Korupsi

“Para siswa yang dinyatakan lolos masuk PTN melalui jalur undangan ini, hanya dengan melihat prestasi belajar siswa bersangkutan sejak belajar di SMA Negeri 1 Gedongtataan,” jelasnya.

Bukan hanya yang lolos melalui jalur undangan saja, SMAN 1 Gedongtataan juga menyumbangkan 120 lulusannya, yang masuk PTN melalui jalur seleksi tertulis.

“Alhamdulillah, di SBMPTN juga anak didik kita masuk sampai 120 siswa, dan juga ada dua siswa kita yang di terima di ikatan dinas,” jelasnya.

Baca Juga :  Bunda Dewi Mendadak Kunjungi SMPN 1 dan Puskesmas

“Kami dari pihak sekolah, selalu memfasilitasi anak-anak kami yang ingin mendaftar ke perguruan tinggi negeri baik melalui SNMPTN ataupun jalur SBMPTN,” tutupnya.

Sementara itu salah satu komite SMAN 1 Gedongtataan Mualim Taher berharap pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran untuk peduli membantu pembangunan maupun sarana dan prasarana di sekolah setempat.

“Karena selama ini Pemerintah daerah terkesan tidak peduli terhadap SMAN 1 Gedongtataan, jadi saya berharap pemkab melalui Dinas Pendidikan agar membantu Fasilitas sarana dan prasarana di sekolah ini,” ungkapnya setelah selesai rapat komite beserta wali murid di Aula SMAN 1 Gedongtataan.

Baca Juga :  Pemkab Tanggamus Jalin Kerjasama Dengan Bank Lampung

Dia menyebutkan, jangan jadi alasan kalau SMA saat ini sudah bernaung di Provinsi, sehingga pemkab Pesawaran terkesan lepas tangan.

“Yang bersekolah disinikan anak-anak kita semua, warga Pesawaran, padahal kontribusinya siswa-siswi ini jelas, kalau ada kegiatan 17 Agustus di panggil untuk Paskibraka maupun hari besar lainnya, ini ini saya lihat Drum band sudah mulai rusak,” katanya.

“Seharusnya ada bantuan dari Pemkab walaupun itu tidak berupa dana, setidaknya sarana dan prasarana, jadi biaya SPP murid bisa diturunkan sehingga lebih meringankan wali murid,” tambah Mualim Taher yang juga salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Pesawaran. (jal)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *