RAKYATNEWS.CO.ID, METRO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro bergerak cepat menangani pohon tumbang akibat tersambar petir di kawasan Taman Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur, Kamis (5/11/2026).
Peristiwa tersebut terjadi setelah hujan deras disertai petir mengguyur wilayah Kota Metro sekitar pukul 14.00 WIB. Mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya pohon tumbang, tim BPBD Kota Metro langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Kepala BPBD Kota Metro, Arwansyah, turut turun langsung bersama puluhan personel untuk mengevakuasi pohon jenis akasia berukuran cukup besar yang tumbang setelah tersambar petir.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan mesin pemotong kayu (chainsaw) karena batang pohon tersebut memiliki ukuran besar dan tekstur kayu yang keras.
Arwansyah mengatakan, pihaknya langsung merespons laporan masyarakat dengan menerjunkan personel ke lokasi kejadian agar pohon tumbang segera ditangani dan tidak membahayakan warga maupun pengguna jalan.
“Begitu menerima laporan dari warga sekitar Taman Ki Hajar Dewantara, kami langsung bergerak menuju lokasi bersama anggota. Pohon akasia yang tersambar petir ini cukup besar dan kayunya keras, sehingga proses evakuasi harus dilakukan menggunakan mesin pemotong. Alhamdulillah, anggota langsung melakukan penanganan agar kondisi di sekitar lokasi kembali aman,” ujar Arwansyah.
Selain di kawasan Taman Ki Hajar Dewantara, BPBD Kota Metro juga menerima laporan pohon tumbang di Jalan RA Kartini, Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara.
BPBD Imbau Warga Waspada Bencana Hidrometeorologi
Seiring memasuki musim penghujan 2026/2027, Arwansyah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, angin kencang, dan petir.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul Surat Edaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nomor 4 Tahun 2026 tertanggal 30 Oktober 2026 tentang Langkah-Langkah Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan Tahun 2026/2027.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada akhir 2026 hingga awal 2027. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
Arwansyah menjelaskan, berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB), sejumlah wilayah di Kota Metro masuk kategori sangat rawan banjir, yakni Kelurahan Iringmulyo, Metro, Hadimulyo Barat, dan Hadimulyo Timur.
Sementara itu, wilayah yang masuk kategori rawan banjir meliputi Kelurahan Tejosari, Tejo Agung, Yosorejo, Ganjar Agung, Mulyosari, dan Margorejo.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang dan petir. Warga juga diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, khususnya pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang serta saluran drainase yang rawan tersumbat,” kata Arwansyah.
Langkah Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan
Untuk mengantisipasi potensi bencana selama musim penghujan, BPBD Kota Metro mengimbau camat dan lurah agar meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing melalui sejumlah langkah berikut.
1. Prabencana (Sebelum Hujan)
Mengaktifkan posko siaga bencana di tingkat kelurahan.
Melaksanakan kerja bakti massal untuk membersihkan saluran drainase, gorong-gorong, serta bantaran Sungai Way Bunut dan Way Batanghari.
Memangkas pohon dan ranting yang berpotensi tumbang.
Memeriksa serta memasang kembali rambu jalur evakuasi dan titik kumpul aman.
Mendata warga kelompok rentan, seperti lanjut usia, balita, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta warga yang tinggal di bantaran sungai.
2. Saat Hujan Lebat
Memantau tinggi muka air (TMA) di wilayah masing-masing.
Menyiagakan Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat melalui kentongan atau pengeras suara masjid.
Melarang warga beraktivitas di sekitar sungai maupun bermain air banjir demi menghindari risiko kecelakaan.
Layanan Pelaporan Bencana 24 Jam
BPBD Kota Metro juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan kejadian bencana maupun kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Laporan dapat disampaikan selama 24 jam melalui layanan berikut:
Pusdalops BPBD Kota Metro
Call Center: 112 (Gratis)
Kasi PK: 0823-7103-9993
Kasi Darlok: 0811-791-356
Kasi RR: 0812-7233-9073
Instagram: @bpbd.kota.metro
Arwansyah berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana dengan menjaga kebersihan lingkungan serta segera melaporkan setiap kejadian yang berpotensi menimbulkan bahaya.
“Kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD, tetapi juga membutuhkan peran serta seluruh masyarakat. Kami mengajak warga untuk selalu waspada, saling mengingatkan, dan segera melapor apabila terjadi keadaan darurat. Dengan kerja sama semua pihak, risiko bencana dapat kita minimalisasi,” pungkasnya.(*)








