RAKYATNEWS.CO.ID, METRO – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mendorong seluruh anak usia dini, khususnya di TK Negeri 1 Metro Utara kelompok anak usia 4 hingga 6 tahun, memiliki rekening tabungan bank sampah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan menabung sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana mengatakan, bahwa Pemkot Metro telah berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk memanfaatkan keberadaan bank sampah yang dikelola oleh Tim Penggerak PKK di setiap kelurahan,” kata Rafieq kepada awak media, Kamis 5 November 2026.
Menurutnya, setiap kelurahan telah memiliki fasilitas bank sampah yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi anak-anak agar mempunyai rekening tabungan sampah masing-masing.
“Jadi, tadi saya sudah berkoordinasi. Ternyata setiap kelurahan memiliki bank sampah yang dikelola oleh PKK kelurahan. Saya sudah menyampaikan kepada para pamong agar setiap anak memiliki rekening tabungan bank sampah di bank sampah PKK masing-masing. Harapannya, tidak ada anak yang tidak memiliki rekening tabungan sampah,” tegas Rafieq.
Selain memberikan edukasi tentang pemilahan sampah, Pemkot Metro juga mendorong penerapan praktik langsung pengelolaan sampah organik di lingkungan sekolah.
Rafieq menjelaskan, fasilitas pengolahan sampah organik sebenarnya telah tersedia. Namun, hal yang perlu diperkuat adalah sistem pengumpulan agar dapat berjalan secara rutin dan menjangkau seluruh sampah organik yang dihasilkan masyarakat.
“Kalau untuk sampah organik, sebenarnya tempat pengolahannya sudah ada. Tinggal bagaimana kita memperbaiki sistem pengumpulannya agar berjalan rutin dan mampu mengakomodasi seluruh sampah organik yang ada di Kota Metro. Dengan begitu, sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir bisa dikurangi,” jelasnya.
“Ia berharap, pembiasaan menabung melalui bank sampah serta edukasi pengelolaan lingkungan sejak usia dini dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang.
Tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, program tersebut juga diharapkan mampu membentuk karakter anak agar terbiasa hidup hemat, disiplin, serta memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Harapan kita, dalam jangka panjang lingkungan Kota Metro semakin bersih dan sehat. Selain itu, kita juga ingin membangun kebiasaan-kebiasaan positif bagi anak-anak sejak usia dini,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang wali murid, Eliyana menyambut positif kegiatan edukasi pengelolaan sampah dan pembiasaan menabung bagi anak-anak tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini memberikan manfaat, terutama dalam mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda.
“Ia berharap, kegiatan serupa dapat lebih sering dilaksanakan agar edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagus, kegiatan ini bermanfaat untuk kita semua, terutama untuk anak-anak. Harapan saya kegiatan seperti ini sering-sering diadakan. Saya sangat mendukung kegiatan Wakil Walikota Metro ini,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Pemkot Metro berupaya membangun budaya peduli lingkungan dari lingkungan pendidikan dan keluarga, dengan menjadikan bank sampah sebagai sarana edukasi sekaligus membentuk kebiasaan positif bagi anak-anak sejak usia dini. (*)








